Moto3 Jepang: Veda Ega Pratama Amankan Posisi 8 saat Latihan di Motegi
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, TERNATE—Mantan pemain Timnas Indonesia, Oktovianus Maniani, mengecam rasisme terhadap winger Malut United, Yakob Sayuri, dan mendesak PSSI bertindak tegas dalam sepak bola nasional.
Tindakan rasisme terhadap winger Malut United, Yakob Sayuri terjadi saat menghadapi Persita pada 23 November 2025.
"Saya, Okto Maniani, mengecam semua bentuk tindakan rasisme dan berharap kepada federasi, PSSI, bertindak tegas," katanya dalam video berdurasi 15 menit di media sosial, Selasa (9/12/2025).
Okto berharap PSSI tegas menangani kasus rasisme dalam sepak bola nasional.
Okto menegaskan tindakan diskriminatif tidak bisa ditoleransi sedikit pun, terutama dalam olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas dan persatuan.
Rasisme terhadap Yakob Sayuri terjadi ketika Malut United menghadapi Persita di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Minggu (23/11).
Pelecehan rasis ini menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Oktovianus, yang pernah bersinar bersama Indonesia pada Piala AFF 2010, mempertanyakan kampanye antirasisme yang gencar digaungkan tetapi tidak diikuti tindakan nyata.
"Kampanye melawan rasisme dilakukan di mana-mana, tetapi mengapa semua orang diam saat Yakob Sayuri dibuli dengan rasisme yang terjadi berulang-ulang," kata dia.
Rasisme terhadap Yakob dan saudara kembarnya, Yance Sayuri, bukan kali pertama terjadi.
Pada awal Mei 2025, kedua pemain Malut United itu juga menjadi sasaran serangan rasisme di media sosial setelah pertandingan melawan Persib dalam I-League.
Meski memicu gelombang kritik, hingga kini PSSI dan I-League belum mengambil sikap tegas.
Dia menuntut PSSI menunjukkan keberpihakannya kepada para pemain yang menjadi korban diskriminasi.
"Sebagai pemain nasional, Yakob Sayuri sudah memberikan segala-galanya untuk Indonesia. PSSI bukan sekadar menyebarkan kampanye. Yakob adalah salah satu korban di antara banyak korban rasisme di sepak bola Indonesia. Tolong diperhatikan," kata Okto.
Seruan Okto mendapat perhatian luas dari pecinta sepak bola tanah air yang menuntut PSSI dan operator liga segera mengambil tindakan tegas, baik dalam bentuk investigasi maupun sanksi terhadap pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.