Advertisement

Regulasi MotoGP 2026: Pembalap Wajib Restart Motor di Zona Aman

Jumali
Selasa, 13 Januari 2026 - 19:47 WIB
Jumali
Regulasi MotoGP 2026: Pembalap Wajib Restart Motor di Zona Aman Ilustrasi Motogp - Foto Diolah menggunakan AI - StokCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM) resmi merilis regulasi baru di MotoGP 2026 yang mewajibkan pembalap memindahkan motor ke zona aman sebelum menyalakan mesin usai terjatuh.

Perubahan ini fokus pada aspek keselamatan guna menekan risiko kecelakaan sekunder di area balap. Selama ini, pembalap sering berupaya menghidupkan kembali mesin motor yang mati di area gravel atau run-off untuk mengejar waktu.

Advertisement

Berdasarkan aturan terbaru, pembalap tidak lagi diizinkan menyalakan mesin motor di area run-off. Jika motor mati akibat terjatuh atau kendala teknis, kendaraan tersebut harus segera dipindahkan ke area yang terlindungi.

“Setelah terjatuh atau masalah teknis, motor yang mesinnya mati di trek atau area run-off harus dibawa secepatnya ke garis pertama perlindungan (pagar pembatas) oleh marshal,” bunyi pernyataan resmi FIM, dikutip dari Crash, Selasa (13/1/2026).

Proses menghidupkan mesin hanya diperbolehkan di belakang pagar pembatas atau service road. “Mesin motor tak boleh dinyalakan ulang di trek atau area run-off. Motor-motor itu harus dipindahkan ke service road di mana bantuan untuk restart diizinkan,” lanjut pernyataan tersebut.

Bantuan Marshal dan Pengecualian Mesin Menyala

Meskipun prosedur diperketat, bantuan marshal untuk mendorong motor tetap diperbolehkan, asalkan dilakukan di luar zona aktif lintasan. Hal ini bertujuan untuk melindungi pembalap dan petugas dari risiko tertabrak pembalap lain yang masih melaju.

Namun, terdapat pengecualian bagi pembalap yang terjatuh tetapi mesin motornya tetap menyala:

- Mesin Tetap Menyala: Pembalap diizinkan langsung bergabung kembali ke sirkuit secara mandiri.

- Potensi Bahaya: Jika marshal mendeteksi adanya kerusakan fisik atau kebocoran pada motor yang membahayakan, mereka berwenang memerintahkan pembalap untuk segera berhenti.

Regulasi ini menjadi tantangan baru bagi tim mekanik dan pembalap dalam mengantisipasi kehilangan waktu yang lebih banyak saat sesi kualifikasi maupun balapan utama jika terjadi insiden teknis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

Skandal Upeti Polisi Malaysia, Terima Suap Lindungi Bisnis Ilegal

News
| Selasa, 13 Januari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Tren Wisata 2026: Bangkok Teratas, Bali 10 Besar Dunia

Wisata
| Selasa, 13 Januari 2026, 16:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement