FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Harve Renard./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Keputusan mengejutkan datang dari Saudi Arabian Football Federation yang resmi memecat Hervé Renard pada Jumat (17/4/2026). Pergantian pelatih ini terjadi di saat krusial, hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, membuat arah persiapan Timnas Arab Saudi berubah drastis.
Kabar ini pertama kali mencuat dari laporan Fabrizio Romano yang langsung viral di media sosial. Renard, yang baru memasuki periode keduanya bersama The Green Falcons sejak 2024, harus angkat kaki setelah serangkaian hasil buruk dalam laga uji coba. Dalam empat pertandingan terakhir, Arab Saudi hanya meraih satu hasil imbang dan menelan tiga kekalahan, termasuk kalah telak dari Mesir.
Renard pun mengonfirmasi kabar tersebut dengan nada profesional. Ia menegaskan tetap bangga atas pencapaiannya bersama Arab Saudi, terutama saat membawa tim tersebut tampil di Piala Dunia 2022 dan mencatat kemenangan bersejarah atas Argentina yang diperkuat Lionel Messi. “Itu bagian dari sepak bola. Setidaknya saya punya kebanggaan atas apa yang telah dicapai,” ujarnya.
Sebagai pengganti, federasi menunjuk Georgios Donis. Pelatih asal Yunani ini dinilai sebagai pilihan realistis karena telah berpengalaman di kompetisi domestik, termasuk bersama Al Khaleej dan sebelumnya Al Hilal, di mana ia sempat meraih gelar Piala Super Arab Saudi 2015.
Namun, tantangan berat langsung menanti Donis. Arab Saudi tergabung di grup sulit bersama Timnas Spanyol, Timnas Uruguay, dan Timnas Cape Verde. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, ia dituntut cepat membangun strategi dan kekompakan tim untuk bersaing di level tertinggi.
Pemecatan ini juga tidak lepas dari tekanan ekspektasi tinggi setelah keberhasilan Renard di edisi sebelumnya. Kemenangan sensasional atas Argentina menjadi tolok ukur yang sulit diulang. Ketika performa tim menurun, kepercayaan pun ikut goyah.
Di sisi lain, keputusan ini memicu pro dan kontra. Ada yang menilai langkah SAFF tepat demi menyelamatkan peluang di Piala Dunia. Namun, tak sedikit yang menganggap pergantian pelatih mendadak justru berisiko merusak stabilitas tim yang sudah terbentuk.
Kini, sorotan beralih ke Donis. Dalam waktu singkat, ia harus membuktikan bahwa perubahan ini adalah langkah tepat, bukan perjudian. Jika berhasil, ia bisa mencetak sejarah baru. Jika gagal, keputusan berani SAFF akan menjadi bumerang di panggung sepak bola dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Bhayangkara FC melepas 15 pemain dan mempertahankan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi Super League musim 2026/2027.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.