Advertisement

Iran Bimbang ke Piala Dunia 2026, AS Kirim Sinyal Berbeda

Jumali
Jum'at, 17 April 2026 - 23:57 WIB
Jumali
Iran Bimbang ke Piala Dunia 2026, AS Kirim Sinyal Berbeda Bendera Iran.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketidakpastian soal keamanan membuat Timnas Iran berada di persimpangan jalan jelang Piala Dunia 2026. Di satu sisi, Amerika Serikat sebagai tuan rumah mengundang mereka datang. Namun di sisi lain, pernyataan sebelumnya justru menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan.

Situasi membingungkan ini muncul setelah pernyataan berbeda dari pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kehadiran Iran di Piala Dunia 2026. Bagi publik dan pemain, kondisi ini bukan sekadar isu diplomatik, tetapi menyangkut rasa aman saat bertanding di negara tuan rumah.

Advertisement

Pernyataan terbaru datang dari Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani. Ia menyebut pemerintah Amerika Serikat justru mengharapkan Iran tetap datang dan berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

“Presiden, saat saya berbicara dengannya, telah mengundang tim Iran ke sini,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (16/4/2026).

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan sikap sebelumnya. Pada Maret 2026, Trump sempat menyebut kehadiran Iran di Piala Dunia tidak menjamin keselamatan mereka sendiri. Ucapan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Iran.

Bagi Iran, pernyataan itu bukan sekadar opini, melainkan sinyal ancaman. Mereka bahkan menilai tuan rumah seharusnya menjamin keamanan semua peserta, bukan justru menimbulkan keraguan.

Ketegangan semakin terasa karena Iran telah mengajukan permintaan kepada FIFA agar pertandingan mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko. Namun permintaan tersebut ditolak.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa seluruh pertandingan tetap digelar sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan sejak awal.

Di tengah situasi ini, Iran menghadapi dilema besar. Mereka sudah memastikan tiket ke Piala Dunia, tetapi belum yakin apakah akan benar-benar berangkat.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan menyebut partisipasi timnya bisa dibatalkan jika tidak ada jaminan keamanan yang jelas.

Di sisi lain, pemerintah AS mencoba meredakan situasi dengan menyusun rencana kedatangan Iran, termasuk agenda latihan dan pertandingan uji coba. Namun upaya ini belum sepenuhnya meyakinkan pihak Iran.

Kondisi ini semakin kompleks karena hubungan politik kedua negara yang masih tegang, termasuk konflik militer sebelumnya di kawasan Timur Tengah.

Bagi pecinta sepak bola, situasi ini menjadi pengingat bahwa ajang sebesar Piala Dunia tidak sepenuhnya bebas dari pengaruh politik. Jika Iran memutuskan mundur, Grup G akan kehilangan salah satu pesaing kuat.

Namun jika tetap datang, potensi tensi tinggi akan membayangi setiap pertandingan mereka, terutama jika bertemu tim dari negara yang memiliki hubungan sensitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

Indonesia Didorong Perkuat Rantai Pasok Hadyu Nasional

News
| Jum'at, 17 April 2026, 23:12 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement