Film Garin Nugroho Merah Sebelum Fajar Tayang Perdana di Tokyo
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang perdana di TIFF 2026 dan bersaing di Main Competition sebelum rilis di Indonesia pada Januari 2027.
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Marc Marquez menegaskan dirinya tidak akan menggunakan media untuk menyerang atau menyakiti lawan-lawannya. Meski demikian, ia mengakui pemberitaan dan eksposur media tetap bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Marquez dalam wawancara dengan Autosport. Potongan video wawancara itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, berdekatan dengan peringatan 11 tahun insiden kontroversial di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, pada MotoGP 2015.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling diingat dalam persaingan Marquez dengan Valentino Rossi.
Perselisihan keduanya memanas ketika Rossi secara terbuka menuduh Marquez berusaha membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia. Tuduhan itu disampaikan pembalap berjuluk The Doctor dalam konferensi pers menjelang balapan di Malaysia.
Situasi tersebut kemudian membayangi jalannya balapan di Sepang. Marquez dan Rossi terlibat persaingan di lintasan sebelum insiden yang dikenal luas sebagai insiden Sepang terjadi.
Peristiwa itu terus menjadi perbincangan di kalangan penggemar MotoGP. Marquez pun menghadapi citra negatif dari sebagian penonton, terutama pendukung Rossi, dalam perjalanan kariernya.
Dalam wawancara yang dikutip Crash pada Rabu (28/10/2026), Marquez mengatakan kekuatan yang dimiliki seseorang melalui media merupakan hasil dari hal-hal yang telah dilakukan sebelumnya.
“Tentu saja, jika Anda punya kekuatan, itu karena Anda melakukan hal-hal yang benar di masa lalu, bukan saat ini. Tapi, saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan media untuk melukai siapa pun,” kata Marquez.
Meski menolak menggunakan media untuk menyerang orang lain, pembalap asal Cervera, Spanyol, itu tidak menampik kemungkinan memanfaatkannya demi keuntungan sendiri.
“Saya akan, mungkin akan menggunakan (media) untuk keuntungan saya sendiri, dan saya sudah melakukannya,” ujarnya.
Marquez juga menjelaskan bahwa pemanfaatan media tersebut bukan ditujukan untuk menyakiti pihak lain. Ia menyebut kepentingan pribadi dapat berkaitan dengan berbagai hal, tanpa harus menjadikannya sebagai sarana untuk menyerang lawan.
“Saya tidak akan bilang itu keuntungan mental, ekonomi, atau hanya untuk keuntungan pribadi saya, untuk berusaha tenang, tapi tidak (untuk) menyakiti seseorang,” tandasnya.
Setelah menjadi sorotan karena pernyataannya mengenai media, Marquez kini dijadwalkan menghadapi seri ke-19 MotoGP 2026, yakni MotoGP Malaysia.
Balapan tersebut akan berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Seri ini kembali membawa perhatian ke lintasan yang menyimpan salah satu episode paling kontroversial dalam persaingan Marquez dan Rossi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film Merah Sebelum Fajar karya Garin Nugroho tayang perdana di TIFF 2026 dan bersaing di Main Competition sebelum rilis di Indonesia pada Januari 2027.
Labu menjadi simbol Halloween berkat tradisi Irlandia, legenda Stingy Jack, dan kebiasaan mengukir sayuran yang berkembang di Amerika Serikat.
Indomaret menyerahkan empat unit tenda UMKM kepada Pemkab Banyumas untuk mendukung kegiatan promosi produk lokal dan pengembangan usaha kecil.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Juventus menghadapi Genoa pada pekan kesembilan Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan statistik kedua klub.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.