Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Suporter Persis Solo/JIBI-Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, JOGJA—Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo meminta maaf kepada suporter PSIM karena tak akan memberi kuota tiket laga Derby Mataram pada lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8/2019).
Ketua Panpel Persis Solo Didik Daryanto mengatakan rekomendasi dari aparat keamanan menjadi alasan utama panpel melarang suporter PSIM Jogja datang ke Stadion Wilis.
“Kami minta maaf untuk teman-teman Jogja, kami belum bisa hadirkan dulu,” kata Didik kepada Harianjogja.com, Selasa (13/8/2019).
Panpel Persis Solo melipatgandakan pengamanan demi mengantisipasi potensi keributan mengingat panasnya atmosfer derbi ini.
Panpel menyiagakan 400 personel keamanan. Sebanyak 350 orang merupakan gabungan dari TNI-Polri, sisanya dari keamanan internal dan elemen suporter. Dalam laga sebelumnya di Stadion Wilis, panpel hanya menyiagakan sekitar 200 personel.
“Insyaallah izin pertandingan turun hari ini [Selasa], salah satu catatan adalah penambahan personel keamanan untuk menjaga kondusivitas laga,” ujar Didik.
Sementara, kelompok suporter PSIM Jogja yang tergabung dalam Brayat Jogja Mataram Utama Sejati (Brajamusti) belum mengambil sikap menyusul tiadanya kuota untuk suporter Laskar Mataram pada Derby Mataram.
Brajamusti masih menunggu surat resmi dari Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persis Solo ihwal larangan untuk suporter PSIM menonton Derby Mataram di Stadion Wilis. Sampai Selasa (13/8/2019) sore, Brajamusti belum menerima surat tersebut.
“Kami baru akan rapatkan besok malam. Jadi belum ada keputusan dan belum bisa berikan pernyataan. Sampai sore ini belum ada surat resmi juga dari pihak panpel maupun polres setempat,” kata Presiden Brajamusti Muslih Burhanudin kepada Harianjogja.com.
Pria yang akrab dipanggil Tole ini mengatakan berdasarkan koordinasi awal dengan Polresta Madiun, Derby Mataram tersebut belum mendapatkan rekomendasi dari Polda Jawa Timur. Musababnya, Derby Mataram digelar sehari setelah Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.