DPRD DIY Sesuaikan Raperda Bencana dengan Aturan Pusat
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL—PSIM Jogja akhirnya memutus rentetan hasil buruk di Super League 2026/2027. Laskar Mataram sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Borneo FC dengan skor 2-1 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (1/11/2026) sore. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi PSIM setelah melewati tujuh pertandingan sebelumnya tanpa kemenangan sekaligus membawa tim keluar dari zona degradasi sementara.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSIM mengawali pertandingan dengan cukup meyakinkan. Tim tuan rumah tampil dominan dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya ke pertahanan Borneo FC.
Marvin Loria yang dipercaya tampil sebagai starter turut memberikan kontribusi dalam membangun serangan Laskar Mataram. Namun, dominasi tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol.
Justru Borneo FC yang berhasil membuka keunggulan. Pada menit ke-33, Asgal Habib memanfaatkan celah di pertahanan PSIM setelah lepas dari pengawalan Raka Cahyana. Ia sukses membobol gawang Cahya Supriadi dan membawa tim tamu unggul 1-0.
PSIM Sempat Kehilangan Momentum
Kebobolan membuat permainan PSIM sedikit mengendur. Tim asuhan caretaker Guntur Cahyo Utomo itu kesulitan mempertahankan dominasi seperti pada awal pertandingan.
Borneo FC kemudian mengambil alih kendali permainan. Tim tamu bahkan nyaris menggandakan keunggulan melalui sepakan keras Moussa Diarra dari jarak dekat.
Beruntung bagi PSIM, Cahya Supriadi mampu melakukan penyelamatan penting dengan menepis tendangan tersebut. Skor 0-1 untuk keunggulan Borneo FC bertahan hingga turun minum.
Adrian Purzycki dan Savio Sheva Balikkan Keadaan
Memasuki babak kedua, PSIM kembali berusaha mengambil kendali pertandingan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika laga memasuki menit ke-57.
Adrian Purzycki sukses menyamakan kedudukan melalui sepakan yang memanfaatkan umpan silang Raka Cahyana. Bola gagal dihalau kiper Borneo FC, Manuel Kadu, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi gol kedua gelandang asal Polandia itu bersama PSIM pada musim ini. Tambahan gol tersebut sekaligus membangkitkan momentum Laskar Mataram untuk meningkatkan tekanan kepada tim tamu.
Hanya berselang tujuh menit, PSIM kembali mencetak gol. Kali ini, Savio Sheva menjadi pembeda setelah sepakan jarak jauhnya secara mengejutkan menembus gawang Borneo FC.
Gol tersebut membuat PSIM berbalik unggul 2-1. Keunggulan itu menjadi modal penting bagi tuan rumah untuk mengamankan kemenangan perdana mereka musim ini.
Pertahanan PSIM Bertahan dari Tekanan Borneo FC
Setelah unggul, Guntur Cahyo Utomo melakukan penyegaran di sektor pertahanan. Ondrej Rudzan dan Rio Hardiawan dimasukkan untuk menggantikan Yusaku Yamadera dan Raka Cahyana.
Pergantian tersebut dilakukan demi menjaga keunggulan PSIM hingga pertandingan berakhir. Sementara itu, Borneo FC meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Pertandingan pun berlangsung lebih terbuka. Meski mendapat tekanan, lini pertahanan PSIM mampu tampil disiplin sehingga Borneo FC kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-1 tidak berubah. PSIM Jogja akhirnya memastikan tiga poin setelah berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan satu gol.
PSIM Keluar dari Zona Degradasi
Kemenangan atas Borneo FC memiliki arti penting bagi perjalanan PSIM di Super League 2026/2027. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Laskar Mataram setelah tujuh pertandingan sebelumnya hanya menghasilkan dua kali imbang dan lima kekalahan.
Tambahan tiga poin juga membuat posisi PSIM mengalami perbaikan di klasemen sementara. Tim kebanggaan masyarakat Jogja tersebut untuk sementara berhasil keluar dari zona degradasi.
PSIM kini menempati peringkat ke-15 dengan koleksi lima poin dari delapan pertandingan. Mereka sekaligus menggusur rival sesama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PSS Sleman, yang kini berada di posisi ke-16.
Hasil melawan Borneo FC menjadi titik penting bagi PSIM untuk memperbaiki perjalanan kompetisi. Setelah akhirnya memetik kemenangan perdana, Laskar Mataram memiliki tambahan modal untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.
PSS Sleman melakukan sejumlah perubahan saat menghadapi Garudayaksa FC. Frederic Injai, Lucao, dan Muhammad Isfandyar masuk starting XI.
Wahyu Suhendri terpilih menjadi Ketua PKDI DIY periode 2026-2031. Ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi lurah dan kesejahteraan masyarakat.
Jasad perempuan ditemukan di sungai kawasan Air Terjun Suwono Indah Park Ngawi. Polisi meminta warga yang kehilangan keluarga melapor.
PSIM Jogja meraih kemenangan perdana di Super League 2026/2027 setelah comeback dan mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1.