Menang Perdana, PSIM Buktikan Tak Bergantung pada Ze Valente

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Senin, 02 November 2026 16:27 WIB
Menang Perdana, PSIM Buktikan Tak Bergantung pada Ze Valente

Pesepak bola PSIM Yogyakarta Savio Seva (tengah) berselebrasi seusai menjebol gawang tim Borneo FC Samarinda pada laga BRI Super League 2028-27 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026). PSIM menang atas Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1./Antara-Kala/Afa/wsj.\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan perdana PSIM Jogja di Super League 2026/2027 diraih tanpa kehadiran gelandang serang asal Portugal, Ze Valente. Hasil tersebut memunculkan perbincangan di kalangan suporter yang menilai permainan Laskar Mataram justru terlihat lebih hidup saat membangun serangan tanpa pemain tersebut.

PSIM berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 2-1 pada pertandingan pekan kedelapan di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (1/11/2026). Kemenangan itu sekaligus mengakhiri rentetan hasil buruk PSIM yang belum pernah menang dalam enam pertandingan awal ketika Ze selalu masuk dalam starting eleven.

Sebelum pertandingan melawan Borneo FC, PSIM hanya mampu meraih satu hasil imbang dan menelan lima kekalahan saat Ze dipercaya tampil sebagai starter. Perubahan komposisi pemain pada laga tersebut kemudian menjadi perhatian suporter setelah tim akhirnya berhasil mengamankan tiga poin.

Meski demikian, caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, tidak ingin mengaitkan kemenangan tersebut hanya dengan absennya satu pemain. Dia menilai hasil positif melawan Borneo FC merupakan bukti perkembangan tim secara keseluruhan, bukan semata-mata akibat perubahan susunan pemain.

"Yang jelas tim ini berkembang. Kami memang menjalani masa sulit, ada atau tidaknya Ze Valente. Situasinya memang sedang sulit dan agak tricky ketika kita berbicara tentang satu, dua, atau tiga pemain," ujar Guntur seusai pertandingan, Minggu malam.

Guntur Tekankan Kekuatan Kolektivitas PSIM

Guntur menegaskan PSIM harus dibangun sebagai satu kesatuan. Menurut dia, seluruh pemain memiliki peran penting, baik mereka yang dipercaya tampil sejak menit awal maupun yang memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Dia menyebut kontribusi seluruh pemain terlihat saat PSIM menghadapi Borneo FC. Pemain yang masuk dalam sebelas pertama dan mereka yang diturunkan sebagai pengganti dinilai mampu memberikan penampilan maksimal hingga tim mengamankan kemenangan.

"Ini adalah tim. Semua pemain, baik yang bermain maupun tidak, merupakan satu bagian utuh. Tidak mungkin ketika satu pemain tidak ada, pemain lainnya tidak siap. Hari ini terbukti semua pemain, baik 11 pertama maupun pengganti, tampil luar biasa," katanya.

Guntur juga mengingatkan bahwa kebutuhan tim terhadap pemain tertentu dapat berubah sesuai situasi pertandingan. Karena itu, setiap pemain harus memiliki kesiapan untuk tampil ketika dibutuhkan.

"Suatu ketika kita butuh pemain A, di waktu lain butuh pemain B. Kita harus bisa menyesuaikan banyak sekali hal," ujarnya.

Kemenangan atas Borneo FC diharapkan menjadi modal bagi PSIM untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Guntur menilai tim tidak boleh bergantung pada satu atau dua pemain saja karena kompetisi dapat menghadirkan situasi yang berbeda dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.

Ze Valente Absen karena Hukuman Komdis PSSI

Absennya Ze Valente dalam pertandingan melawan Borneo FC sebelumnya menjadi perhatian manajemen PSIM. Gelandang tersebut harus menjalani tambahan hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah menerima kartu merah ketika PSIM menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 20 Oktober 2026.

Manajer PSIM, Iksan Mahar, bahkan menyebut sanksi tersebut sebagai pukulan telak bagi tim. Pasalnya, PSIM harus kehilangan Ze selama tiga pertandingan akibat akumulasi hukuman.

Selain larangan bermain otomatis selama satu pertandingan karena kartu merah, Komdis PSSI menjatuhkan tambahan larangan bermain dua pertandingan dan denda sebesar Rp10 juta.

Akibat sanksi tersebut, Ze telah melewatkan dua pertandingan PSIM. Dia tidak tampil ketika Laskar Mataram bermain imbang 0-0 melawan Isenmulang Kalteng FC dan saat meraih kemenangan 2-1 atas Borneo FC.

Ze masih harus menjalani satu pertandingan hukuman lagi ketika PSIM menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung, Jumat (6/11/2026). Dengan demikian, pertandingan tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi PSIM untuk kembali membuktikan kekuatan kolektivitas tim tanpa kehadiran gelandang asal Portugal itu.

PSIM Diminta Tak Larut dalam Euforia Kemenangan

Di sisi lain, Guntur mengingatkan perjalanan PSIM di Super League 2026/2027 masih panjang. Tim baru menyelesaikan delapan pertandingan sehingga masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk memperbaiki performa dan bersaing di tengah ketatnya kompetisi.

"Kami baru menjalani delapan pertandingan, masih panjang lagi. Kompetisi tahun ini merupakan salah satu yang sangat ketat, sehingga kami juga harus terus bekerja," katanya.

Guntur meminta para pemain tidak terlalu lama larut dalam euforia kemenangan perdana. Hasil positif atas Borneo FC boleh dinikmati sejenak, tetapi setelah itu seluruh pemain harus kembali fokus mempersiapkan diri menghadapi Dewa United.

Pertandingan melawan Dewa United pada Jumat (6/11/2026) menjadi tantangan berikutnya bagi PSIM. Laskar Mataram diharapkan dapat menjaga momentum kemenangan sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan tim tidak bergantung pada kehadiran satu pemain tertentu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online