Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau dan meresmikan Stadion Mandala Krida Baru, Kamis (10/1/2019) pagi/Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—FIFA telah meminta PSSI melanjutkan persiapan Piala Dunia U-20 2021. Meski demikian, belum ada kejelasan apakah Stadion Mandala Krida akan tetapi dipakai atau tidak.
Sekda Pemda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan telah meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) DIY bersama PSSI untuk berkoordinasi FIFA memastikan persiapan Piala Dunia U-20 2021 di tengah pandemic Xovid-19.
Sampai saat ini, Pemda DIY belum merenovasi Stadion mandala Krida untuk persiapan Piala Dunia U-20 2021. “Ada beberapa alasan. Pertama, untuk merenovasi stadion perlu pengerahan tenaga yang untuk menjaga physical distancing-nya susah. Itu dari sisi kesehatan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
“Kedua, apakah memungkinkan menggelar Piala Dunia saat semua negara masih memberlakukan social distancing sehingga tidak bisa melakukan mobilitas antar negara. Ketiga, Pemda DIY masih fokus pada penanganan covid-19 baik untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial maupun pemulihan ekonomi yang membutuhkan dana tidak sedikit.”
Kendati demikian, karena pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021 merupakan kesepakatan bersama, Pemda DIY tak bisa jalan sendiri. “Jangan sampai seaara sepihak membatalkan tanpa berembuk,” ujar dia.
Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, memahami kebutuhan mendesak Pemda DIY dalam menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, belum ada kepastian dari FIFA mengenai kelanjutan penunjukan Stadion Mandala Krida sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. “Kalau sudah ada kepastian, kami akan kembali berkoordinasi dengan Pemda DIY dan PSSI,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.