Kenapa Timnas Indonesia U-23 Tak Main di Asian Games 2026? Ini Aturannya
Kenapa Timnas Indonesia U-23 absen di Asian Games 2026? Simak aturan AFC-OCA dan kaitannya dengan Kualifikasi Piala Asia U-23
Persebaya vs PSS Sleman/ Persebaya
Harianjogja.com, JOGJA—Persebaya Surabaya memiliki kepercayaan tinggi jelang laga perdana melawan PSIM Jogja di Super League musim 2025/2026, 8 Agustus 2025 mendatang. Hal ini tidak lepas dari hasil dua uji coba yang dijalani oleh Persebaya Surabaya.
BACA JUGA: Persebaya Kalahkan PSS Sleman 1-0 pada Laga Uji Coba
Pelatih Persebaya Eduardo Perez menyebut dengan kompisisi tim saat ini, ia optimis bisa bersaing di papan atas Super League 2025/2025 yang bakal bergulir 8 Agustus mendatang. Saat ini ia akan fokus dalam mengembalian kondisi agar fisik Bruno Moreira dkk semakin prima.
"Kami punya pemain yang berpengalaman, juga sejumlah pemain baru yang datang. Dan bagi saya, skuad ini yang terbaik. Saya percaya pada semua pemain. Mereka menunjukkan setiap hari, mereka bisa bermain dengan luar biasa," jelasnya, dikutip dari laman resmi klub, Minggu (20/7/2025).
Sementara itu, kapten tim Persebaya Bruno menambahkan, raihan positif ini menambah kepercayaan diri pemain.
"Kami melakukan banyak hal yang baik, beberapa pergerakan berjalan lancar. Tapi tentu saja masih ada hal yang perlu diperbaiki. Namun kami di jalur yang benar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenapa Timnas Indonesia U-23 absen di Asian Games 2026? Simak aturan AFC-OCA dan kaitannya dengan Kualifikasi Piala Asia U-23
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.