Febrie Ditahan Tanpa Rompi Tahanan, Kejagung Beri Penjelasan
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.
Pelatih Mozambik Chiquinho Conde yakin Timnas Indonesia memiliki peluang besar lolos ke Piala Dunia 2030 berkat kualitas pemain dan dukungan suporter. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelatih Timnas Mozambik, Chiquinho Conde, menilai peluang Timnas Indonesia untuk menembus putaran final Piala Dunia 2030 terbuka lebar. Keyakinan itu muncul setelah melihat perkembangan kualitas permainan skuad Garuda, dukungan suporter, serta keberadaan staf pelatih yang dinilainya mampu membawa Indonesia bersaing di level lebih tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Conde seusai laga FIFA Match Day antara Indonesia dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (10/6/2026). Dalam pertandingan itu, Timnas Indonesia meraih kemenangan 1-0 berkat gol tunggal Ole Romeny.
"Saya pikir begitu, Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, saya pikir dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, dan mereka pasti akan mampu lolos pada tahun 2030," kata Conde dalam jumpa pers pascapertandingan di SUGBK, Selasa.
Menurut Conde, fondasi yang dimiliki Indonesia saat ini menjadi modal penting untuk bersaing dalam kualifikasi mendatang. Ia melihat kualitas pemain serta arah pengembangan tim yang sedang dijalankan mampu membawa Garuda mewujudkan ambisi tampil di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Baik Indonesia maupun Mozambik hingga kini sama-sama belum pernah merasakan tampil di putaran final Piala Dunia. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, langkah Indonesia terhenti setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak pada putaran keempat zona Asia. Sementara itu, Mozambik gagal melaju setelah hanya menempati peringkat ketiga klasemen Grup G kualifikasi zona Afrika, di bawah Aljazair dan Uganda.
Meski demikian, Conde berharap kedua negara dapat sama-sama mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol.
"Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama," ucap Conde.
Selain menyoroti performa tim di lapangan, pelatih yang menangani Mozambik sejak Juli 2021 itu juga memberikan apresiasi terhadap atmosfer yang diciptakan pendukung Timnas Indonesia. Menurutnya, dukungan suporter menjadi salah satu elemen penting dalam perkembangan sebuah tim nasional.
Pada pertandingan tersebut, sebanyak 29.889 penonton hadir memenuhi SUGBK untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia. Jumlah itu meningkat dibandingkan laga sebelumnya saat Garuda mengalahkan Oman dengan skor 3-0 pada Jumat (6/6/2026), yang disaksikan 23.677 penonton.
"Para penonton bersorak sangat, sangat antusias untuk tim Indonesia, yang sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang."
"Dan saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain, harus ada simbiosis antara para pemain, penonton, dan seluruh struktur," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Bulog telah menyerap 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026 atau 87 persen dari target nasional 4 juta ton.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Ye dipastikan menggelar konser di Stadion Utama GBK Jakarta pada 24 Oktober 2026. Tiket mulai dijual 29 Juli 2026.