Inter vs Real Madrid, Lautaro Tegaskan Target di Liga Champions

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 08:57 WIB
Inter vs Real Madrid, Lautaro Tegaskan Target di Liga Champions

Real Madrid vs Inter Milan/Espos

Harianjogja.com, JAKARTA— Inter Milan memasang target tinggi di Liga Champions musim ini dengan ambisi kembali mengangkat trofi. Namun, kapten Nerazzurri Lautaro Martinez menegaskan gelar tersebut bukan sebuah obsesi bagi timnya.

Inter akan memulai kiprahnya di Liga Champions musim ini dengan menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Rabu (8/9).

"Ini hanyalah target. Kami semua berambisi, tetapi ini bukan sebuah obsesi," kata Martinez dalam laman Inter pada Selasa.

Inter Punya Sejarah Panjang di Liga Champions

Inter terakhir kali menjuarai Liga Champions pada 2010. Saat itu, Cristian Chivu masih berstatus sebagai pemain di bawah asuhan Jose Mourinho.

Kini, keduanya kembali berada di kubu berbeda. Chivu menangani Inter, sedangkan Mourinho menjadi pelatih Real Madrid.

Setelah kesuksesan pada 2010 tersebut, Inter dua kali kembali mencapai final Liga Champions, yakni pada 2023 dan 2025. Namun, perjalanan mereka masing-masing berakhir setelah dikalahkan Manchester City dan Paris Saint-Germain.

Kekalahan dari PSG pada final 2025 bahkan menjadi salah satu hasil terburuk Inter di kompetisi Eropa. Nerazzurri takluk 0-5, yang merupakan kekalahan dengan margin terbesar dalam sejarah final Liga Champions.

Musim lalu, perjalanan Inter di Liga Champions juga berakhir lebih cepat. Mereka secara mengejutkan disingkirkan Bodo/Glimt pada play-off fase gugur.

Mourinho Anggap Duel Inter sebagai Laga Biasa

Di kubu Real Madrid, Jose Mourinho menegaskan pertandingan menghadapi Inter Milan tidak lebih dari pertandingan biasa.

Pernyataan tersebut disampaikan meski Inter memiliki tempat khusus dalam perjalanan karier Mourinho sebagai pelatih.

"Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi," kata Mourinho dalam laman Real Madrid pada Senin (7/9).

Mourinho menyadari bahwa hubungan emosionalnya dengan Inter Milan masih ada. Namun, statusnya sebagai pelatih Madrid membuat dia harus mengesampingkan kenangan tersebut ketika pertandingan berlangsung.

"Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid," ujarnya.

Mourinho Kembali Berhadapan dengan Chivu

Duel Inter vs Real Madrid juga mempertemukan Mourinho dengan Cristian Chivu, mantan anak asuhnya ketika masih menangani Nerazzurri.

"Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, Inter juga salah satu yang saya latih dan akan selalu begitu. Saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya," tutur Mourinho.

Meski demikian, Mourinho menegaskan tidak akan membiarkan hubungan tersebut memengaruhi pertandingan.

"Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan," lanjutnya.

Mourinho dan Kenangan Treble Inter

Inter memiliki tempat istimewa dalam karier kepelatihan Mourinho. Ia menangani Nerazzurri pada 2008 hingga 2010 dan mencapai puncak kesuksesan pada musim 2009/2010.

Mourinho membawa Inter meraih treble dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Pada final Liga Champions 2010, Inter mengalahkan Bayern Muenchen 2-0 berkat dua gol Diego Milito di Santiago Bernabeu.

Kemenangan tersebut membuat Mourinho menjadi salah satu sosok yang paling dicintai pendukung Inter.

Mourinho kemudian meninggalkan klub tersebut pada 2010 untuk menangani Real Madrid. Kini, ia kembali berhadapan dengan Inter, tetapi kali ini sebagai pelatih Madrid.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online