Katia Itzel Garcia, Perempuan Meksiko Pertama Pimpin Laga Piala Dunia

Jumali
Jumali Jum'at, 26 Juni 2026 13:47 WIB
Katia Itzel Garcia, Perempuan Meksiko Pertama Pimpin Laga Piala Dunia

Katia Itzel Garcia/Instagram


Harianjogja.com, JOGJA— Di tengah gemerlap Piala Dunia 2026, sorotan tidak hanya tertuju kepada para pemain bintang. Seorang perempuan asal Meksiko berhasil mencuri perhatian dunia sepak bola setelah mencatatkan namanya dalam sejarah turnamen terbesar tersebut.

The Sun mengungkapkan, perempuan tersebut adalah Katia Itzel García Mendoza, wasit yang memimpin laga Grup F antara Tunisia dan Belanda di Kansas City, Amerika Serikat, Jumat (26/5/2026).

Katia juga mencatatkan diri menjadi perempuan Meksiko pertama yang bertugas sebagai wasit utama dalam pertandingan Piala Dunia putra.

Dari Kampus ke Panggung Sepak Bola Dunia

Lahir di Mexico City pada 1 September 1992, Katia kini berusia 33 tahun. Di luar lapangan hijau, ia memiliki latar belakang akademik yang kuat. Katia menyelesaikan pendidikan di Universidad Nacional Autónoma de México dengan gelar Ilmu Politik dan Administrasi Publik.

Todo Noticias mengungkapkan, perjalan Katia sebagai pengadil lapangan dimulai pada 2015 di level amatir. Setahun kemudian, ia masuk ke ranah profesional dan terus menapaki tangga karier hingga memperoleh lisensi FIFA pada 2019. Sejak saat itu, pintu menuju kompetisi internasional terbuka lebar baginya.

Karier yang Terus Menanjak

Kemampuan Katia semakin mendapat pengakuan di berbagai ajang internasional. Ia pernah bertugas dalam FIFA Women's World Cup 2023, Paris 2024 Olympic Games, hingga sejumlah turnamen regional dan kelompok umur FIFA. Elpais mengungkapkan, kiprah dari Katia juga mencatat sejumlah tonggak penting bagi sepak bola Meksiko, termasuk menjadi perempuan pertama yang memimpin pertandingan Liga MX dalam dua dekade terakhir.

Puncaknya terjadi ketika FIFA menunjuknya sebagai wasit utama laga Tunisia kontra Belanda pada fase grup Piala Dunia 2026. Penunjukan tersebut menjadikannya perempuan Meksiko pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia putra dan perempuan ketiga dalam sejarah yang menjalankan tugas tersebut setelah Stéphanie Frappart dan Tori Penso.

Mimpi Masa Kecil yang Menjadi Nyata

Bagi Katia, pencapaian tersebut bukan sekadar penugasan biasa. Sebelum turnamen berlangsung, ia mengungkapkan bahwa tampil di Piala Dunia putra merupakan impian yang telah ia simpan sejak kecil.

Setelah memimpin laga bersejarah tersebut, Katia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Ia menilai kesempatan itu sebagai hasil dari perjalanan panjang, kerja keras, dan dukungan banyak pihak yang membantunya mencapai level tertinggi dalam dunia perwasitan.

Didukung Tim Pengadil Berpengalaman

Dalam pertandingan Tunisia melawan Belanda, Katia tidak bekerja sendirian. Ia didampingi asisten wasit sesama Meksiko, yakni Sandra Ramírez dan José Enrique Naranjo, sementara posisi wasit keempat diisi Juan Gabriel Benítez dari Paraguay. Penugasan tersebut menjadi bagian dari komitmen FIFA untuk menghadirkan perangkat pertandingan terbaik di ajang Piala Dunia.

Kepercayaan FIFA kepada Katia juga tidak berhenti pada satu pertandingan. Sebelumnya ia telah menjalankan tugas sebagai ofisial keempat dalam beberapa laga Piala Dunia 2026, menegaskan posisinya sebagai salah satu wasit perempuan paling berpengaruh di dunia saat ini.

Keberhasilan Katia Itzel Garcia menjadi simbol perubahan dalam dunia sepak bola internasional. Di olahraga yang selama puluhan tahun didominasi laki-laki, ia membuktikan bahwa kompetensi, konsistensi, dan profesionalisme mampu membuka jalan menuju panggung tertinggi dunia. Bagi banyak perempuan muda di Meksiko maupun negara lain, Katia kini bukan hanya seorang wasit, tetapi juga inspirasi yang menunjukkan bahwa batasan dapat ditembus melalui kerja keras dan ketekunan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online