Pelatih PSIM Jogja Bingung dengan Keputusan VAR saat Gol Haljeta Dianulir Lawan Madura
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mempertanyakan proses VAR saat gol kedua Nermin Haljeta dianulir dalam laga melawan Madura United.
Stadion Mandala Krida - ist/BPO DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Proses renovasi Stadion Mandala Krida mulai menunjukkan perkembangan. Kelompok suporter PSIM Jogja, Brajamusti, menyatakan siap mengawal penyusunan kajian awal atau MC-0 apabila anggaran untuk pelaksanaan uji tanah disetujui sehingga tahapan renovasi dapat segera dimulai.
Komitmen tersebut disampaikan setelah perwakilan Brajamusti melakukan pertemuan dengan Komisi D DPRD DIY dan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY di Kantor BPO DIY, Jumat (26/6/2026). Pertemuan itu membahas perkembangan rencana renovasi Stadion Mandala Krida beserta langkah yang tengah disiapkan Pemerintah Daerah DIY.
Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto atau yang akrab disapa Dodok, mengatakan pihaknya ingin memperoleh penjelasan secara langsung mengenai progres renovasi stadion yang menjadi markas kebanggaan PSIM Jogja tersebut. Dari hasil pembahasan, kata dia, sudah terdapat perkembangan berupa penunjukan Universitas Gadjah Mada sebagai lembaga yang akan menyusun kajian MC-0.
"Tujuan utama kami adalah berdiskusi dan menanyakan langsung perkembangan dan langkah konkret apa yang akan diambil oleh Pemprov DIY terkait kelanjutan stadion. Dari pemaparan tadi, sudah ada progres penunjukan pihak Universitas Gadjah Mada sebagai lembaga yang mengerjakan MC-0," katanya, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Dodok, penyusunan kajian MC-0 hingga kini belum dapat berjalan karena anggaran untuk pelaksanaan uji tanah belum tersedia. Sementara itu, DPRD DIY sedang mengupayakan pergeseran anggaran Detail Engineering Design (DED) agar dapat digunakan untuk membiayai uji tanah pada tahun ini.
"Jika anggarannya diturunkan, kami secara resmi akan mengajukan diri untuk menjadi lembaga independen yang mengawasi langsung jalannya proses MC-0 tersebut. Ini semua demi memastikan semuanya transparan dan tepat sasaran," ujarnya.
Brajamusti berharap seluruh tahapan kajian dapat segera dilaksanakan sehingga renovasi Stadion Mandala Krida tidak kembali mengalami penundaan. Menurut Dodok, para suporter hanya ingin melihat adanya perkembangan nyata terhadap stadion yang menjadi salah satu identitas PSIM Jogja.
Di sisi lain, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, menilai aspirasi yang disampaikan suporter merupakan hal yang wajar. Meski demikian, ia menegaskan setiap tahapan renovasi harus tetap mengikuti ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
"Harapan kami masih mengusahakan terhadap pergeseran anggaran. Saya tetap berjuang, hanya sedang dicarikan regulasinya karena uji tanah menjadi kunci agar MC-0 bisa berjalan," katanya.
Dwi menjelaskan APBD DIY Tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung kajian renovasi Stadion Mandala Krida. Alokasi tersebut meliputi penyusunan MC-0 senilai sekitar Rp640 juta dan Detail Engineering Design (DED) sekitar Rp300 juta.
Namun, penyusunan DED belum dapat dilaksanakan pada tahun ini karena harus menunggu hasil kajian MC-0 selesai. Oleh sebab itu, Komisi D DPRD DIY mendorong pergeseran anggaran DED agar dapat dimanfaatkan untuk membiayai uji tanah sebagai syarat utama penyusunan MC-0. Setelah tahapan tersebut rampung, penganggaran DED direncanakan kembali pada tahun depan sehingga proses renovasi Stadion Mandala Krida dapat berjalan sesuai regulasi sekaligus menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel mempertanyakan proses VAR saat gol kedua Nermin Haljeta dianulir dalam laga melawan Madura United.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.