Bukan Cuma Mesin Gol, Haaland Kini Kantongi 4 Rekor Dunia Resmi
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
Mesir vs Iran/Instagram: egyptn
Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Iran national football team harus menelan kekecewaan mendalam setelah gol kemenangan yang dicetak Shoja Khalilzadeh pada masa injury time dianulir VAR dalam laga terakhir Grup G FIFA World Cup 2026 melawan Mesir, Sabtu (27/6/2026).
Keputusan tersebut membuat pertandingan di Seattle berakhir imbang 1-1 dan memaksa Iran menunggu hasil dari grup lain untuk mengetahui nasib mereka dalam perebutan tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Namun di tengah kekecewaan itu, para pemain Iran justru menarik perhatian publik lewat pesan penuh makna yang mereka tinggalkan di ruang ganti stadion.
Gol Khalilzadeh Dianulir karena Offside Tipis
Iran sempat yakin telah mengamankan kemenangan ketika Shoja Khalilzadeh menjebol gawang Mesir pada menit-menit akhir pertandingan. Selebrasi pun pecah di lapangan maupun tribun pendukung Iran.
Akan tetapi, wasit kemudian melakukan peninjauan melalui VAR sebelum memutuskan menganulir gol tersebut karena posisi offside yang sangat tipis. Tayangan ulang menunjukkan bagian tubuh Khalilzadeh berada sedikit di depan garis pertahanan terakhir Mesir.
Keputusan itu membuat skor tetap 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil tersebut membuat peluang lolos Iran tidak lagi berada sepenuhnya di tangan mereka sendiri. Tim berjuluk Team Melli itu harus menanti hasil sejumlah pertandingan lain untuk memastikan apakah mereka masuk daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase gugur.
Pesan tentang Kehormatan dan Fair Play
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Federasi Sepak Bola Iran membagikan foto catatan yang ditulis para pemain dan ditinggalkan di ruang ganti.
Dalam pesan tersebut, skuad Iran menegaskan bahwa kehormatan lebih penting daripada kemenangan.
Mereka menulis bahwa sepak bola bukan sekadar ajang mengejar hasil, melainkan ujian karakter dan integritas.
Para pemain juga menekankan bahwa poin dapat diraih dengan berbagai cara, tetapi rasa hormat hanya bisa diperoleh melalui sikap dan tindakan yang terhormat. Menurut mereka, fair play bukan hanya bagian dari aturan permainan, melainkan jiwa dari sepak bola itu sendiri.
Selain menyampaikan pesan moral, para pemain Iran juga mengucapkan terima kasih kepada warga Seattle dan para pendukung yang terus memberikan dukungan sepanjang turnamen.
Nasib Iran Ditentukan Enam Negara
Menariknya, dalam catatan tersebut juga tercantum nama enam negara yang masih harus memainkan laga terakhir fase grup, yakni Austria, Algeria, Ghana, Kongo, Uzbekistan, dan Kroasia.
Hasil pertandingan yang melibatkan negara-negara tersebut akan menentukan apakah Iran mampu melaju ke babak berikutnya atau harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Bukan Pertama Kali Tinggalkan Pesan
Aksi meninggalkan catatan di ruang ganti bukan hal baru bagi Iran selama turnamen ini.
Sebelumnya, setelah bermain imbang tanpa gol melawan Belgia di Los Angeles, para pemain juga meninggalkan pesan yang menekankan kebanggaan terhadap sejarah dan identitas bangsa Iran.
Pesan tersebut menyoroti semangat Persia kuno yang disebut tetap hidup dalam perjuangan Iran modern, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Los Angeles atas sambutan yang mereka terima selama berada di kota tersebut.
Keluhkan Pembatasan Selama Turnamen
Perjalanan Iran di Piala Dunia 2026 juga tidak lepas dari berbagai tantangan di luar lapangan.
Akibat kebijakan pembatasan yang berlaku, tim Iran harus bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan lintas perbatasan setiap kali menjalani pertandingan di Amerika Serikat.
Situasi tersebut dinilai memengaruhi proses persiapan dan pemulihan pemain selama turnamen berlangsung.
Usai pertandingan melawan Mesir, pelatih Amir Ghalenoei dan kapten Mehdi Taremi secara terbuka menyampaikan kritik terhadap kondisi yang mereka hadapi.
Ghalenoei bahkan meminta FIFA untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang pada edisi Piala Dunia berikutnya.
Terlepas dari ketidakpastian nasib mereka di turnamen, pesan yang ditinggalkan skuad Iran menjadi sorotan tersendiri. Di tengah kontroversi gol yang dianulir dan berbagai kendala yang dihadapi, mereka memilih meninggalkan warisan berupa pesan tentang sportivitas, integritas, dan kehormatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har
Helicopter parenting atau pola asuh terlalu protektif bisa hambat perkembangan anak. Dari sulit ambil keputusan hingga risiko depresi, ini dampaknya. Simak penj
Perempuan usia 40-an lebih rentan mengalami depresi akibat perubahan hormon, keluarga, pekerjaan, hingga hubungan pernikahan. Ini 8 pemicunya.
Badan Geologi mengidentifikasi potensi likuefaksi, gerakan tanah, dan tsunami pascagempa magnitudo 7,7 di NTT.