Hainan Larang Mobil Bensin 2030, Jadi Percontohan Kendaraan Listrik
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Kylian Mbappe/ Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat setelah takluk 0-2 dari Spanyol pada babak semifinal yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Les Bleus yang sebelumnya difavoritkan melaju ke partai puncak. Kekalahan ini juga menggagalkan ambisi Prancis untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah sukses menjadi juara pada edisi 2018 di Rusia.
Tak hanya itu, peluang mencatat sejarah tampil dalam tiga final Piala Dunia secara beruntun juga sirna. Sebelumnya, Prancis berhasil mencapai final pada 2018 dan 2022.
Dalam pertandingan tersebut, pelatih Didier Deschamps menurunkan Kylian Mbappe sebagai ujung tombak serangan. Kapten Prancis itu mendapat dukungan dari Bradley Barcola, Michael Olise, dan Ousmane Dembele. Sementara Adrien Rabiot serta Aurelien Tchouameni menjadi motor lini tengah.
Namun, strategi yang disiapkan Prancis gagal berjalan sesuai rencana. Spanyol tampil lebih efektif dan disiplin sepanjang pertandingan.
La Roja membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di area terlarang. Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-58 ketika Pedro Porro menyelesaikan kombinasi umpan cepat dengan Dani Olmo yang membuat Mike Maignan kembali memungut bola dari gawangnya.
Sepanjang laga, Mbappe memang bermain penuh selama 90 menit. Akan tetapi, penyerang berusia 27 tahun tersebut gagal memberikan kontribusi yang diharapkan.
Statistik menunjukkan Mbappe melepaskan tiga percobaan tembakan dan empat kali sukses melakukan dribel. Namun tidak satu pun tembakannya mengarah ke gawang. Pertahanan rapat yang dibangun Spanyol membuat ruang gerak sang kapten sangat terbatas.
Kegagalan lini depan Prancis menciptakan ancaman nyata langsung memancing reaksi keras dari media di negaranya sendiri.
Media olahraga ternama Prancis, L'Equipe, menilai lini serang Les Bleus tampil jauh di bawah ekspektasi yang selama ini dibangun. Mereka menyebut kuartet Mbappe, Dembele, Olise, dan Barcola gagal menunjukkan kualitas yang selama ini menjadi kekuatan utama Prancis.
Menurut L'Equipe, besarnya harapan publik terhadap lini serang Prancis justru berbanding terbalik dengan performa yang ditampilkan di lapangan. Saat menghadapi lawan kuat yang juga kandidat juara, skema serangan Les Bleus dinilai runtuh total.
Kritik serupa datang dari Le Figaro. Media tersebut menyoroti performa sejumlah pemain depan Prancis, termasuk Mbappe yang dianggap gagal memberikan pengaruh signifikan terhadap permainan tim.
Sementara itu, Maxifoot menggambarkan suasana kekecewaan yang menyelimuti publik sepak bola Prancis setelah tersingkir di semifinal. Media tersebut menilai Les Bleus kesulitan keluar dari tekanan permainan Spanyol sejak awal pertandingan.
Secara khusus, Maxifoot menyoroti performa Mbappe yang dianggap tidak mampu menjadi pembeda. Meski beberapa kali mencoba membangun serangan dan mempercepat tempo permainan, pergerakannya berhasil dipatahkan para pemain belakang Spanyol.
Kritik tajam dari media lokal menunjukkan tingginya ekspektasi yang dibebankan kepada generasi emas Prancis pada turnamen ini. Dengan materi pemain yang dipenuhi bintang kelas dunia, kegagalan melangkah ke final dianggap sebagai hasil yang mengecewakan.
Kini Prancis harus mengalihkan fokus ke pertandingan perebutan peringkat ketiga. Laga tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Mbappe dan rekan-rekannya untuk menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.
Di sisi lain, kekalahan dari Spanyol juga menandai akhir sebuah era. Didier Deschamps sebelumnya telah mengumumkan akan meninggalkan kursi pelatih setelah turnamen berakhir. Karena itu, duel perebutan tempat ketiga berpotensi menjadi penampilan terakhir Deschamps sebagai nahkoda Les Bleus sebelum tim memasuki fase baru dalam persiapan menuju turnamen besar berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas membahas Koperasi Desa Merah Putih. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga hadir di Istana.
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
PSS Sleman mempertahankan tujuh pemain, termasuk Frederic Injai, Saiful Djoge, dan Junior Haqi, untuk menghadapi Super League 2026/2027.
Mediasi gugatan PMH pengalihan CV Art Fashion di PN Bantul gagal. Sidang berlanjut ke pokok perkara, pembuktian dimulai 11 Agustus 2026.
Rupiah menguat ke Rp18.068 per dolar AS dipicu inflasi AS yang melambat dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menurun.