Kabut Asap Kanada Ancam Final Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Sabtu, 18 Juli 2026 08:37 WIB
Kabut Asap Kanada Ancam Final Piala Dunia 2026

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Kabut asap pekat dari kebakaran hutan yang melanda Kanada dan bagian utara Minnesota menyelimuti wilayah Timur Laut Amerika Serikat, memicu kekhawatiran serius terkait kualitas udara dan mengancam kelancaran final Piala Dunia 2026.

Pertandingan puncak antara Argentina dan Spanyol di Stadion New York-New Jersey (MetLife), yang merupakan stadion terbuka, dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7/2026) dengan lebih dari 80.000 penonton.

BBC melaporkan, kondisi udara di kawasan metropolitan New York dan New Jersey berada pada tingkat yang tidak sehat bagi kelompok sensitif, bahkan sempat mencapai level "sangat tidak sehat" pada Kamis lalu, membuat cakrawala Manhattan nyaris tidak terlihat.

Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan kualitas udara dan mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Menurut lembaga pelacak kualitas udara IQAir, Kota Detroit di Midwest AS menjadi kota paling tercemar di dunia, disusul oleh Chicago dan New York . Partikel halus dari asap kebakaran hutan ini sangat berbahaya bagi paru-paru karena membawa material vegetasi terbakar dan zat kimia beracun .

Para pakar meteorologi memantau pergerakan angin yang berpotensi mendorong lebih banyak asap ke wilayah Timur Laut. Namun, terdapat secercah harapan. National Weather Service (NWS) memperkirakan hujan dan badai yang diperkirakan turun pada Sabtu (18/7/2026) akan membantu membersihkan asap sebelum kick-off final pada Minggu.

"Meskipun kualitas udara mungkin belum sepenuhnya baik, kondisinya diperkirakan akan membaik secara signifikan dibandingkan Sabtu," kata ahli meteorologi AccuWeather, Adam Douty. Ia memperkirakan suhu di hari final diperkirakan mencapai sekitar 28°C dengan langit cerah .

Ketegangan diplomatik pun memanas.

AFP mengungkapkan, Presiden AS Donald Trump mengecam keras Kanada atas polusi lintas batas yang disebutnya sebagai "invasi udara kotor" dan mengancam akan memberlakukan tarif baru atas "kelalaian yang disengaja" tersebut . Trump menyatakan akan segera menghubungi Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Carney menyatakan bahwa perubahan iklim adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk Amerika Serikat . Sementara itu, Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, meminta AS untuk mengirim bantuan daripada hanya mengeluh, mengingat Kanada juga pernah membantu AS dalam bencana alam sebelumnya .

Sejauh ini, penyelenggara turnamen dan FIFA belum mengumumkan rencana penundaan atau pembatalan final, dan kondisi diperkirakan akan terus dipantau secara ketat. Spanyol telah berlatih di New Jersey dalam kondisi udara yang tidak sehat, sementara Argentina baru akan tiba pada Jumat untuk memulai persiapan.

Dengan lebih dari 115 juta orang di 20 negara bagian AS yang terkena dampak asap, final Piala Dunia kali ini menjadi ujian bagi bagaimana acara olahraga skala besar beradaptasi dengan krisis lingkungan yang semakin sering terjadi

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online