11 Bahaya Main HP di Ruangan Gelap yang Sering Tidak Disadari
Main HP di ruangan gelap bisa memicu mata lelah, mata kering, hingga gangguan tidur. Simak 11 dampak yang perlu diwaspadai.
Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kepemilikan baru di bawah Liberty Media memunculkan harapan bahwa MotoGP bisa mengikuti jejak Formula 1 dalam meningkatkan nilai bisnis dan popularitas global. Namun, Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai ada batas yang tidak mudah dilewati oleh ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.
Menurut Campinoti, MotoGP memang dapat belajar banyak dari Formula 1, terutama dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, dan pengembangan basis penggemar. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa tidak semua kesuksesan F1 dapat direplikasi karena kedua olahraga memiliki karakter pasar yang berbeda.
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah kemampuan Formula 1 menembus segmen premium dengan nilai komersial yang sangat tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, F1 berhasil membangun citra eksklusif yang menarik kalangan penonton kelas atas dan korporasi global.
Campinoti menilai kondisi tersebut sulit dicapai MotoGP dalam waktu dekat.
“Formula 1 saat ini memiliki penonton yang berbeda dengan kami. F1 sudah bergeser sepenuhnya ke segmen premium, sehingga masih ada banyak ruang bagi kami untuk menempatkan MotoGP pada posisi yang lebih baik,” kata Campinoti dikutip dari GPOne.
Meski melihat peluang pertumbuhan, ia menganggap MotoGP tidak realistis jika berupaya mengejar Formula 1 hingga ke level yang sama.
Perbedaan itu terlihat jelas dari harga paket eksklusif yang ditawarkan kepada penggemar. Di Formula 1, tiket Paddock Club dapat dijual dengan harga lebih dari 15.000 euro atau sekitar Rp284 juta.
Menurut Campinoti, angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya posisi Formula 1 di pasar premium global.
“Itu bukan langkah yang tepat, dan mustahil mencapai level seperti itu. Tetapi kami tentu bisa bergerak sedikit ke arah sana,” ujarnya.
Selain membahas perbedaan dengan Formula 1, Campinoti juga mengkritisi pendekatan MotoGP yang selama ini terlalu fokus pada efisiensi biaya operasional.
Dalam beberapa musim terakhir, berbagai langkah penghematan diterapkan oleh penyelenggara dan tim. Mulai dari penggunaan satu pemasok ban, sistem elektronik standar, pengurangan sesi latihan, hingga penyesuaian jadwal balapan di kelas Moto2 dan Moto3.
Langkah tersebut memang membantu mengurangi pengeluaran, tetapi menurut Campinoti tidak cukup untuk menghasilkan perubahan besar bagi industri MotoGP secara keseluruhan.
Ia menilai peningkatan pendapatan harus menjadi fokus utama apabila MotoGP ingin berkembang lebih cepat dan memiliki nilai bisnis yang lebih tinggi.
“Kalau kita terus bicara menghemat 100 euro untuk biaya transportasi, silakan saja. Memang ada penghematan. Tetapi perubahan yang sesungguhnya datang dari peningkatan pendapatan, bukan dari memangkas biaya,” tegasnya.
Pandangan Campinoti menjadi menarik karena disampaikan pada masa awal MotoGP berada di bawah kendali Liberty Media. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut dikenal sukses mengubah Formula 1 menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan komersial tercepat di dunia.
Meski demikian, Campinoti mengingatkan bahwa MotoGP harus menemukan strategi yang sesuai dengan karakteristiknya sendiri. Baginya, menyalin model bisnis Formula 1 secara utuh bukanlah solusi.
MotoGP tetap memiliki daya tarik unik yang berbeda dengan F1. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memanfaatkan keunikan tersebut untuk meningkatkan pendapatan, memperluas basis penggemar, dan memperkuat posisi olahraga balap motor di pasar global tanpa kehilangan identitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Main HP di ruangan gelap bisa memicu mata lelah, mata kering, hingga gangguan tidur. Simak 11 dampak yang perlu diwaspadai.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Satpol PP Sleman menggelar 179 pembinaan kamling di 14 kapanewon selama Semester I 2026 untuk memperkuat deteksi dini gangguan ketertiban dan keamanan lingkunga
Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai MotoGP tidak bisa sepenuhnya meniru Formula 1. Menurutnya, kemampuan F1 menembus pasar premium menjadi hal yang sulit
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.