5 Mahasiswa UGM Dipukuli saat Demo di Simpang Gramedia Jogja, Begini Kondisinya
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Kekalahan 1-2 dari Bali United pada laga pembuka Super League 2026/2027 menjadi bahan evaluasi penting bagi PSS Sleman. Pelatih Kepala PSS, Pieter Huistra, menilai performa timnya belum mampu menampilkan pola permainan yang sesuai dengan konsep yang telah disiapkan selama masa persiapan.
Meski mampu mencetak gol hiburan di penghujung pertandingan, Huistra mengakui masih banyak aspek yang harus diperbaiki sebelum menghadapi laga berikutnya.
"Jika melihat kembali permainan sepak bola yang ingin kami tampilkan, performa tadi tidak cukup bagus. Kami ingin bermain lebih baik daripada yang kami lakukan hari ini," ujar Huistra dalam konferensi pers usai pertandingan, Jumat (4/9/2026).
Pelatih asal Belanda tersebut menegaskan laga perdana selalu memiliki tantangan tersendiri. Namun, hasil kurang maksimal di markas Bali United harus menjadi pelajaran berharga bagi skuad Super Elja untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya.
Menurutnya, kompetisi masih sangat panjang dan tim memiliki kesempatan untuk memperbaiki kekurangan yang terlihat pada laga pembuka.
"Tetapi ini adalah pertandingan pertama dan masih banyak pertandingan yang akan datang. Jadi, kami belajar dari hal ini dan bersiap untuk minggu depan di kandang melawan Madura," katanya.
Dalam pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, PSS tampil dengan pendekatan yang lebih pragmatis. Tim mengandalkan umpan-umpan langsung serta serangan balik cepat untuk memanfaatkan kecepatan pemain depan.
Strategi tersebut beberapa kali mampu menciptakan ancaman ke pertahanan Bali United. Namun efektivitas penyelesaian akhir dan sejumlah kesalahan di lini belakang membuat PSS harus pulang tanpa membawa poin.
Bali United membuka keunggulan melalui tendangan penalti Teppei Yachida pada menit ke-40. Tuan rumah kemudian menggandakan skor lewat gol Queven Da Silva pada menit ke-66.
Saat pertandingan memasuki masa injury time, PSS akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan. Gol dicetak Melvyn Lorenzen pada menit 90+6 setelah memanfaatkan umpan silang akurat dari Saiful Djoge.
Gol tersebut menunjukkan semangat juang para pemain yang tetap berusaha menekan hingga menit akhir meski tertinggal dua gol.
"Hal baiknya adalah setelah tertinggal 2-0, kami tetap terus bermain, tetap terus mencoba, dan kami mencetak gol yang bagus di akhir laga, tetapi itu sudah terlambat," ujar Huistra.
Bagi PSS, gol Lorenzen menjadi modal positif menjelang laga kandang pertama musim ini. Tim pelatih kini fokus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam menjaga konsentrasi di lini pertahanan serta meningkatkan efektivitas serangan.
Dukungan suporter di kandang diharapkan menjadi energi tambahan bagi Super Elja saat menjamu Madura United pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi PSS untuk bangkit sekaligus memburu poin perdana musim ini setelah gagal membawa pulang hasil positif dari Bali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima mahasiswa UGM diduga menjadi korban kekerasan saat aksi demonstrasi di Jogja dan sempat dirawat di RS Panti Rapih.
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad
Advokat Shri Hardjuno Wiwoho meminta standar pembuktian RUU Perampasan Aset diperjelas agar tak membebani masyarakat dan tetap menjamin kontrol pengadilan.