PSIM Kembali Kebobolan di Babak Kedua, Van Gastel Kian Tertekan
PSIM Jogja kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026/2027. Dua gol pada babak kedua memperpanjang tren negatif Laskar Mataram.
PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja harus segera mengakhiri tren lima kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, meminta Laskar Mataram segera bangkit karena hanya memiliki waktu empat hari untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya.
Kekalahan terbaru dialami PSIM saat bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (20/10/2026) malam. Laskar Mataram menyerah dengan skor 0-1 dan kembali gagal membawa pulang poin.
Hasil tersebut membuat PSIM masih terpuruk di zona degradasi. Mereka baru mengumpulkan satu poin dari enam pertandingan dan menempati peringkat ke-17 klasemen sementara Super League 2026/2027.
Guntur menegaskan timnya harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Menurut dia, hasil melawan Bhayangkara sudah tidak bisa diubah sehingga waktu yang tersisa harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan diri.
"Kami tidak bisa menyelesaikan pertandingan ini, pertandingan ini sudah selesai dan hasilnya tidak bisa diubah. Kami akan fokus ke pertandingan berikutnya, mencoba mencari poin di Isenmulang," kata Guntur saat konferensi pers seusai pertandingan versus Bhayangkara.
Guntur Minta PSIM Segera Evaluasi Permainan
Guntur menyadari waktu persiapan yang singkat membuat PSIM tidak memiliki kesempatan untuk berlama-lama meratapi kekalahan. Tim pelatih dan pemain harus segera mengevaluasi kekurangan agar bisa memperbaiki hasil pada pertandingan mendatang.
Ia menekankan pentingnya mengakhiri periode buruk yang dialami Laskar Mataram. Lima kekalahan beruntun menjadi catatan yang harus segera diperbaiki agar PSIM kembali berpeluang mendapatkan poin.
"Kami tidak punya waktu untuk bersedih-sedih. Yang bisa kami lakukan adalah bersiap. Saya pikir kami sepakat bahwa kami harus mengakhiri situasi yang tidak baik ini di pertandingan-pertandingan berikutnya," ujarnya.
Menurut Guntur, PSIM sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada awal pertandingan. Namun, situasi berubah setelah gelandang Ze Valente mendapat kartu merah pada menit ke-27.
Ze diusir wasit setelah dinilai mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain lawan. Keputusan tersebut membuat PSIM harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
"20 menit pertama kami bermain bola dengan sangat baik, rencana berjalan. Tapi tiba-tiba kami terkena kartu merah dan harus bermain dengan 10 orang," katanya.
PSIM Bertahan dengan 10 Pemain
Kehilangan Ze Valente membuat PSIM lebih banyak bertahan untuk meredam tekanan Bhayangkara FC. Meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, Laskar Mataram mampu menjaga gawangnya tetap aman hingga babak pertama berakhir.
Namun, pertahanan PSIM akhirnya kebobolan pada menit ke-59. Moussa Sidibe mencetak gol melalui sepakan keras dari dalam kotak penalti yang memastikan kemenangan Bhayangkara dengan skor 1-0.
Guntur tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia menilai anak asuhnya menunjukkan semangat dan komitmen meskipun harus menghadapi situasi sulit setelah kartu merah.
"Apresiasi untuk para pemain. Meskipun bermain dengan 10 orang, mereka menunjukkan performa, ambisi, dan komitmen yang saya pikir luar biasa," ujarnya.
Nermin Haljeta Yakin Kemenangan PSIM Akan Datang
Striker PSIM Jogja, Nermin Haljeta, juga menilai kartu merah menjadi salah satu faktor yang menyulitkan timnya meraih tiga poin di kandang Bhayangkara.
Menurut Haljeta, PSIM mampu memulai pertandingan dengan cukup baik. Namun, keunggulan jumlah pemain yang dimiliki tuan rumah setelah Ze Valente diusir wasit membuat target kemenangan sulit diwujudkan.
"Kami memulai pertandingan dengan cukup baik sampai terjadinya kartu merah. Kami datang ke sini dengan target yang jelas, yaitu meraih tiga poin. Sayangnya, dengan 10 pemain, kami tidak mampu mewujudkannya," kata Haljeta.
Meski PSIM kembali menelan kekalahan, Haljeta tetap optimistis timnya dapat memperbaiki keadaan pada pertandingan selanjutnya. Ia memastikan seluruh pemain akan berusaha maksimal untuk mengamankan tiga poin saat menghadapi Isenmulang.
"Kami pasti akan mengerahkan 100% kemampuan untuk mengamankan tiga poin tersebut. Kami hanya perlu terus bekerja keras, dan saya 100% yakin kemenangan-kemenangan itu akan datang. Tidak ada keraguan soal itu," ujarnya.
Kekalahan dari Bhayangkara FC menjadi kekalahan kelima secara beruntun bagi PSIM di Super League 2026/2027. Dengan satu poin dari enam pertandingan, Laskar Mataram masih berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dan dituntut segera bangkit pada laga berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima Super League 2026/2027. Dua gol pada babak kedua memperpanjang tren negatif Laskar Mataram.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 21 Oktober 2026 di MPP Kabupaten Sleman, lengkap dengan jadwal Satpas, SIMMADE, dan layanan malam.
UNESA menjuarai Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah mengalahkan UM 2-0. Kompetisi berlanjut ke Yogyakarta pada 20-27 Oktober.
PSIM Jogja menelan lima kekalahan beruntun dan terpuruk di zona degradasi. Guntur Cahyo Utomo meminta tim segera bangkit di laga berikutnya.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Rabu, 21 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Sebanyak 1.600 pelajar dari 58 sekolah mengikuti Kemah Kebangsaan BP2M di Cibubur. BNPT mengajak generasi muda merawat keberagaman.