Pieter Huistra Pertahankan 23 Pemain PSS Sleman, Ini Alasannya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 21 Oktober 2026 12:37 WIB
Pieter Huistra Pertahankan 23 Pemain PSS Sleman, Ini Alasannya

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra menyampaikan keterangan Post Match Press Conference pada Minggu (11/10/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman mempertahankan komposisi 23 pemain untuk menghadapi Persik Kediri dalam laga tandang pada Kamis (22/10/2026). Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memastikan para pemainnya berada dalam kondisi baik setelah bermain imbang melawan Persebaya Surabaya pada akhir pekan lalu.

Keputusan mempertahankan skuad tersebut diambil karena Huistra menilai tidak ada alasan untuk melakukan perubahan. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu kini memusatkan perhatian pada persiapan pertandingan berikutnya demi kembali meraih poin.

Huistra menyampaikan kondisi para pemain tetap baik setelah menjalani pertandingan sebelumnya. Menurutnya, seluruh anggota tim siap menghadapi tantangan di markas Persik Kediri.

"Saat ini semua pemain dalam kondisi baik setelah pertandingan. Jadi semua terlihat baik dan siap bermain melawan Kediri," kata Huistra pada Selasa (20/10/2026).

Pieter Huistra pertahankan 23 pemain PSS Sleman

Pelatih asal Belanda tersebut memastikan PSS Sleman akan membawa komposisi pemain yang sama seperti ketika menghadapi Persebaya di Surabaya.

Hingga persiapan menjelang pertandingan melawan Persik Kediri, tidak ada perubahan maupun tambahan pemain yang akan menyusul untuk memperkuat tim.

Dengan demikian, sebanyak 23 pemain yang sebelumnya dibawa ke Surabaya dipertahankan untuk melakoni pertandingan tandang berikutnya.

"Saat ini tidak ada alasan untuk mengubahnya [skuad], jadi kemungkinan besar kami akan menggunakan 23 pemain yang sama untuk pertandingan melawan Kediri," tuturnya.

Keputusan tersebut membuat PSS Sleman melanjutkan persiapan dengan kelompok pemain yang sama. Fokus tim kini tertuju pada pemulihan kondisi fisik dan latihan sebelum menghadapi Persik Kediri.

PSS Sleman pilih bertahan di Surabaya

Sebelum menghadapi Persik Kediri, PSS Sleman memutuskan tetap berada di Surabaya setelah menjalani pertandingan melawan Persebaya pada Minggu (18/10/2026).

Langkah tersebut dipilih untuk mematangkan persiapan sekaligus menjaga kebugaran pemain menjelang laga tandang berikutnya. Dengan tetap berada di Surabaya, tim dapat mengurangi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk perjalanan.

Huistra menjelaskan, sebenarnya PSS Sleman memiliki pilihan untuk kembali ke Sleman setelah menghadapi Persebaya. Namun, perjalanan darat dari Surabaya menuju Sleman diperkirakan memakan waktu 5–6 jam.

Sementara itu, sehari setelahnya, tim harus kembali melakukan perjalanan menuju Kediri dengan waktu tempuh sekitar empat jam.

Pertimbangan waktu perjalanan tersebut membuat Huistra menilai bertahan di Surabaya menjadi pilihan yang lebih tepat bagi tim. Dengan begitu, para pemain memiliki kesempatan untuk menjalani latihan dan pemulihan sebelum pertandingan berikutnya.

"Jadi kami memutuskan bahwa lebih profesional untuk beristirahat di Surabaya, untuk menjalani latihan yang baik di Surabaya, dan untuk pemulihan yang lebih cepat, untuk persiapan yang lebih baik. Kami memutuskan untuk tinggal di Surabaya," tandasnya.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi persiapan PSS Sleman menjelang duel melawan Persik Kediri. Dengan mempertahankan 23 pemain dan mengurangi perjalanan antarkota, tim berharap dapat menjalani pertandingan dengan kondisi yang optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online