Bezzecchi Kehilangan Kecepatan di Sepang, Ini Kelemahan Motor Aprilia
Massimo Rivola mengungkap kelemahan Aprilia RS-GP di MotoGP Malaysia 2026. Performa Bezzecchi menurun di sektor keempat Sirkuit Sepang.
Kimi Antonelli/F1
Harianjogja.com, JOGJA—Kimi Antonelli tidak akan menggunakan nomor 1 pada mobil Mercedes di Formula 1 musim 2027. Meski baru saja memastikan gelar juara dunia F1 2026, pembalap asal Italia itu memilih mempertahankan nomor 12 yang telah menemaninya sejak awal karier balap single-seater.
Keputusan tersebut membuat nomor 1 kembali tidak menghiasi grid Formula 1 pada musim depan. Situasi ini menjadi yang pertama sejak 2021.
Berbeda dengan Max Verstappen dan Lando Norris yang memilih nomor 1 setelah menjadi juara dunia, Antonelli tidak tertarik mengikuti tradisi tersebut. Ia mengaku ingin tetap menggunakan nomor yang memiliki arti personal dalam perjalanan kariernya.
Dalam wawancara dengan Motorsport, Antonelli menegaskan pilihannya untuk tidak mengganti nomor balap.
"Saya pikir saya akan tetap menggunakan nomor 12. Saya akan bertahan dengan nomor 12 karena, tentu saja, nomor ini sangat istimewa bagi saya," ujar Antonelli.
Nomor 12 merupakan bentuk penghormatan Antonelli kepada legenda Formula 1, Ayrton Senna, yang menjadi idolanya. Angka tersebut juga memiliki nilai historis bagi perjalanan karier Antonelli karena merupakan nomor pertama yang digunakannya ketika berlaga di ajang Formula 4.
Ada catatan menarik di balik pilihannya. Antonelli menjadi pembalap pertama sejak Senna pada 1988 yang berhasil meraih gelar juara dunia F1 dengan menggunakan nomor 12.
Bagi Antonelli, mempertahankan nomor 12 bukan sekadar persoalan identitas di lintasan. Pilihan itu juga menjadi pengingat agar dirinya tidak terlena setelah mencapai puncak kompetisi Formula 1.
"Ini juga menjadi cara bagi saya untuk tetap membumi dan rendah hati. Saya merasa mempertahankan nomor 12 memberi saya titik awal yang baru untuk kembali membangun semuanya dan berusaha meningkatkan kemampuan lebih jauh," tuturnya.
Sikap tersebut terlihat dalam sejumlah kesempatan sepanjang musim ini. Salah satunya ketika Antonelli tampil impresif di Austin.
Saat ditanya Motorsport mengenai kemampuannya menghadapi tekanan pada usia yang masih sangat muda, pembalap berusia 20 tahun itu justru memberikan apresiasi kepada keluarga dan orang-orang di Mercedes. Ia tidak menjadikan pencapaian pribadi sebagai pusat jawabannya.
Selain alasan penghormatan kepada Senna dan keinginan untuk tetap rendah hati, Antonelli ternyata memiliki pengalaman kurang menyenangkan ketika menggunakan nomor 1.
"Sejujurnya, saya sangat percaya takhayul dan nomor satu tidak pernah menjadi nomor yang bagus bagi saya. Setiap kali saya menggunakannya, hasilnya benar-benar buruk!" kata Antonelli sambil tertawa.
"Jadi, itu menjadi satu alasan lagi untuk tetap menggunakan nomor 12."
Kepercayaan Antonelli terhadap takhayul juga memengaruhi sikapnya menjelang kepastian gelar juara dunia di Grand Prix Meksiko.
Dalam konferensi pers seusai balapan, ia mengungkapkan tidak nyaman ketika banyak orang sudah lebih dahulu memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya menjadi juara dunia. Baginya, gelar belum benar-benar aman sebelum seluruh rangkaian balapan selesai.
"Saya terus mendengar hal yang sama berulang kali," ujar Antonelli.
Prinsipal Mercedes, Toto Wolff, menjelaskan bahwa ucapan selamat tersebut sudah berdatangan sejak Jumat. Banyak tamu dan penggemar yang lebih dahulu menganggap Antonelli telah memastikan gelar juara dunia.
Antonelli mengaku situasi itu justru membuatnya merasa tertekan karena ia tidak ingin terlalu cepat merayakan sesuatu yang belum tuntas.
"Anda tahu, saya cukup tegas soal ini: sebelum semuanya selesai, berarti semuanya belum selesai. Jadi, saya tahu masih ingin menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. Tidak mudah ketika terus mendengar ucapan selamat atas gelar juara dari banyak orang, tamu, dan penggemar," kata Antonelli.
"Mengenal diri saya sendiri, saya sangat percaya takhayul. Dan saya katakan kepada Anda, situasi itu tidak mudah bagi saya, terutama karena saya memang sangat percaya takhayul!" lanjutnya.
Setelah gelar juara dunia F1 2026 benar-benar berada dalam genggamannya, Antonelli kini bisa menikmati pencapaian tersebut.
Ia berencana merayakannya setelah rangkaian tiga balapan beruntun atau triple-header berakhir. Perayaan yang lebih besar akan dilakukan setelah dirinya pulang dari Grand Prix Sao Paulo di Brasil.
"Saya akan menikmatinya malam ini. Saya akan melihat apa yang akan saya lakukan, tetapi tentu saja, ketika pulang ke rumah setelah Brasil, saya akan merayakannya habis-habisan.
"Setelah itu, kembali ke Vegas. Saya mungkin tidak akan berada dalam kondisi terbaik saat tiba di Vegas, tetapi saya rasa tidak masalah, bukan? Anda tetap harus menikmati semua momen seperti ini!" ucap Antonelli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Massimo Rivola mengungkap kelemahan Aprilia RS-GP di MotoGP Malaysia 2026. Performa Bezzecchi menurun di sektor keempat Sirkuit Sepang.
Celah keamanan SMS of Death pada Android memungkinkan ponsel mengalami gangguan jaringan hingga restart berulang. Simak cara memeriksa pembaruan keamanan.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.
DPMPTSP setempat mencatat terdapat 43 izin usaha homestay yang dikeluarkan sepanjang 2025-2026. Total nilai investasi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,32 mil
Serangan siber menyasar sistem pendingin supermarket di tujuh negara Eropa. Suhu kulkas naik dan stok makanan terancam rusak.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.