Indonesia 0-0 Malaysia, Media Vietnam Puji Penampilan Maarten Paes
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
PT PSIM Jaya Yogyakarta / Twitter : Brajamusti_YK
Harianjogja.com, JOGJA- Kelompok pendukung PSIM Jogja Brajamusti, Kamis (16/8/2018) telah mengumumkan melalui akun twitter resminya @Brajamusti_yk jika telah bertemu dengan manajemen. Mereka menyatakan jika selain membahas tentang peluang untuk menggunakan kembali Stadion SSA di Bantul sebagai lokasi pertandingan di putaran kedua, pertemuan tersebut juga membahas terkait pemantapan badan hukum.
Nantinya badan hukum yang akan digunakan tim berjulukan Laskar Mataram itu adalah PT PSIM Jaya Yogyakarta. Nama PT PSIM Jaya Yogyakarta sendiri sudah terdaftar di laman Direktorat Jenderal Administrasi Umum Kementrian Hukum dan HAM.
Namun sejatinya, PT PSIM Jaya Yogyakarta sejatinya bukan badan hukum pertama yang dimiliki oleh PSIM Jogja. Berikut perjalanan panjang PSIM Jogja dalam pembentukan PT yang Harianjogja.com, sarikan dari sejumlah sumber :
Proses pembentukan badan hukum yang menangani dan mengelola Laskar Mataram sejatinya telah dimulai sejak kompetisi 2011 lalu.Pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia versi KPSI, PSIM Jogja berada di bawah PT Nirwana Persada Indonesia (NPI) selaku pembantu pencarian dana dan PT PSIM Jogja sebagai badan hukumnya.
Pada Senin (12/9/2011) Direktur PT PSIM Jogja saat itu Yoyok Setiawan yang juga anggota Tim 9 menyatakan jika PSIM mendapatkan saham 49 persen dan 51 persen saham lainnya dipegang oleh PT Nirwana Persada Indonesia yang dipimpin oleh M Zein dan Subardi. Namun, dalam perkembangannya, kerja sama ini putus di tengah jalan. PT Nirwana Persada Indonesia sendiri tidak ada dalam daftar perusahaan di laman Direktorat Jenderal Administrasi Umum Kementrian Hukum dan HAM.
Memasuki kompetisi 2014, tepatnya bulan Januari 2014, berdiri PT Putra Insan Mandiri (PIM) sebagai badan hukum yang mewadahi PSIM Jogja. Hal ini ditandai dengan penandatanganan pendirian akta notaris PT PIM. Nama PT PIM sendiri juga telah terdaftar di laman Direktorat Jenderal Administrasi Umum Kementrian Hukum dan HAM.

Saat itu, Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti mengatakan modal awal PT PIM untuk mengelola PSIM sebesar Rp500 juta. Dana itu diperoleh dari patungan beberapa orang yang masih peduli terhadap PSIM.
Dengan berdirinya badan hukum, Haryadi menginginkan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tak lagi menjadi pemegang kekuasaan tertinggi atas PSIM. Klub tersebut akan dikelola penuh oleh PT PIM. Pada awal Februari 2014,mandat pengelolaan PSIM Jogja diberikan kepada pengurus PT PIM.
Memasuki Januari 2015, Ketua Umum PSIM Haryadi Suyuti menyatakan mundur. Alhasil, diadakan pemilihan ketua umum baru dengan melibatkan 26 perkumpulan di bawah Pengcab PSSI Kota yang menjadi pemilik PSIM. Pada pemilihan ketua umum baru Minggu (11/1/15) terpilih Kardi sebagai ketua umum PSIM Jogja. Namun dalam perkembangannya baru sebulan, mantan Kepala Kejaksaan Kota Jogja 2012 ini mengaku sibuk dan harus meninggalkan jabatannya. Alhasil, posisi Ketua Umum PSIM dipegang oleh Agung Damar Kusumandaru sampai sekarang.
Memasuki bulan November 2017, tepatnya pada Minggu (26/11/2017) sore, suporter PSIM Jogja menggelar aksi menuntut kejelasan badan hukum yang mengelola PSIM Jogja. Selain menuntun kejelasan mengenai PT yang menjadi pengelola PSIM Jogja, mereka juga menuntut keterlibatan suporter dalam kepemilikan saham klub, struktur organisasi di dalam manajemen klub, pemberantasan calo, pengelolaan PSIM Store hingga penyelesaian jersey dengan aparel Salvo. Aksi sendiri ditutup dengan simbolisasi penyegelan PSIM Store.

Terakhir, Kamis (16/8/2018), kelompok pendukung PSIM Jogja Brajamusti mengumumkan telah bertemu dengan manajemen. Mereka menyatakan jika selain membahas tentang peluang untuk menggunakan kembali Stadion SSA di Bantul sebagai home base, pertemuan tersebut juga membahas terkait pemantapan badan hukum.

Nantinya badan hukum yang akan digunakan tim berjulukan Laskar Mataram itu adalah PT PSIM Jaya Yogyakarta. Nama PT PSIM Jaya Yogyakarta sendiri sudah terdaftar di laman Direktorat Jenderal Administrasi Umum Kementrian Hukum dan HAM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Warga huntap Merapi di Kepuharjo dan Umbulharjo menerima SHM. Sultan HB X meminta sertifikat dijaga dan tidak mudah dilepas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.