McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Para pemain PSS Sleman merayakan gelar juara Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman memilih enggan berkomentar terkait dengan adanya kemungkinan pencabutan status promosi ke Liga 1 2019 yang dimiliki oleh skuat Supet Elang Jawa oleh Komisi Disiplin PSSI. Alasannya, sejauh ini manajemen PSS sudah berjuang maksimal agar PSS mampu lolos ke kasta tertinggi di Indonesia dan meraih gelar juara Liga 2 2018.
"Soal itu kami tidak ingin memikirkannya. Kebetulan itu ranahnya manajemen lama. Di sini saya sebagai manajer baru hanya ingin fokus ke depan, menyiapkan tim untuk Liga 1 dan menyiapkan diri untuk kongres PSSI, 20 Januari mendatang," kata Manajer PSS Retno Sukmawati kepada Harianjogja.com, Jumat (4/1/2019) petang.
Sebelumnya, CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Tigorshalom Boboy, menyebut status tim promosi ke Liga 1 2019 yang dimiliki PSS Sleman bisa dicabut oleh Komisi Disiplin PSSI. Tigor menilai hal yang menimpa PSMP Mojokerto Putera bisa juga menimpa PSS dalam waktu dekat.
Di mana, saat ini, Satgas Anti Mafiabola bentukan Polri sedang menyelidiki dugaan pengaturan skor yang melibatkan PSS. Bahkan, Satgas Anti Mafiabola beberapa waktu lalu telah memanggil manajer Madura FC, Januar Herwanto terkait dengan adanya tawaran suap oleh salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat.
Suap itu ditujukan untuk mengatur laga PSS Sleman melawan Madura FC pada putaran pertama babak Grup Wilayah Timur Liga 2 2018, awal Mei lalu.
"Hukuman itu bisa saja muncul dari kepolisian, entah apakah tindak pidana yang dilakukan oleh mereka," ucap Tigor.
Tigor sendiri enggan ikut campur terhadap permasalahan ini karena tidak memliki kewenangan.
"Karena ada badan yudisial di dalam PSSI dan bisa bergerak melakukan penyelidikan juga dan itu semua kewenangan dari PSSI," kata Tigor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan di tengah gejolak global saat menghadiri panen raya udang di Kebumen.
Mini Museum PSS Sleman hadir di Stadion Maguwoharjo, menyajikan perjalanan 50 tahun Super Elja lewat koleksi bersejarah.