Lava Fountain Anak Krakatau Bikin Langit Merah, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Pemain Borneo FC mulai menjalani latihan / Borneofc.id
Harianjogja.com, SAMARINDA - Pelatih Borneo FC, Fabio Lopez, mulai menemukan titik mana saja di dalam timnya yang harus diperbaiki. Setidaknya ada dua lini yang dipandang butuh penanganan khusus.
"Koordinasi lapangan belakang belum terbangun dengan baik. Kemudian kinerja barisan tengah juga harus diperbaiki," kata Fabio Lopez, dikutip dari laman Liga Indonesia, Jumat (1/2/2019).
Namun begitu pelatih dari Italia ini optimistis performa Pesut Etam sedang menuju puncak. Meski memang butuh waktu untuk membuat Borneo FC lebih baik lagi.
"Sekarang ini masih dalam kewajaran. Semua akan dibenahi," ucap Fabio Lopez.
Terdekat Borneo FC akan bertanding melawan PSMP Mojokerto. Laga itu merupakan leg kedua 32 besar kompetisi lintaskasta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena lava fountain di Gunung Anak Krakatau muncul akibat tekanan gas tinggi dalam magma. Simak penjelasan ilmiah, proses terbentuk, dan dampaknya.
Katon Bagaskara mengaku terdampar di Bandara Jenewa setelah gagal check-in Etihad di tengah penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau.
Eko Suwanto Sebut DIY Punya Gunung Merapi & Sesar Opak, Desak Pemda DIY Serius Tingkatkan Anggaran Penanggulangan Bencana
Jadwal MotoGP San Marino 2026 lengkap dengan persaingan Marc Márquez dan Jorge Martin serta jadwal Sprint dan balapan utama.
Penanganan krisis air bersih tidak hanya mengandalkan anggaran Pemkab Klaten. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari dunia usaha melalui
Timnas U20 Indonesia lolos sebagai juara Grup H. Simak daftar 16 peserta Piala Asia U20 2027 dan peluang menuju Piala Dunia U20.