Defisit APBD-P 2026 Membesar, Bupati Bantul Minta OPD Berhemat
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Jajang Sukmara./Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja kembali menambah kekuatan di lini belakang tim sebagai persiapan mengarungi Liga 2 2023 mendatang. Laskar Mataram bergerak cepat mengamankan jasa Jajang Sukmara yang kini resmi berseragam PSIM Jogja.
Di sektor bek kiri, mantan penggawa Dewa United itu akan bersaing dengan sejumlah nama lain untuk menempati posisi utama di Laskar Mataram, seperti misalnya Jaid Kotta, Aditya Putera Dewa, Ilham Syafri dan Roni Rosadi.
“Saya senang bergabung dengan PSIM Jogja karena bisa jadi bagian dari tim yang penuh sejarah dan basis suporter yang luar biasa,” kata bek kiri asal Bandung tersebut, Senin (3/7/2023).
BACA JUGA: Jelang Pramusim Liga 2, Fisik Pemain PSIM Jogja Jadi PR Kas Hartadi
Jajang di musim lalu juga diasuh oleh pelatih Kas Hartadi di Dewa United dan membantu tim berjuluk Tangsel Warrior itu promosi ke Liga 1. Pengalamannya diharapkan bisa membantu target PSIM Jogja untuk lolos ke kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia itu.
Manajemen PSIM Jogja pun berharap besar pada Jajang untuk musim mendatang. Dengan pengalamannya di lapangan dan sejumlah klub, Jajang dianggap sosok dan pilihan tepat untuk melengkapi skuad Laskar Mataram.
Tercatat Jajang Sukmara pernah membela banyak klub Tanah Air di antaranya Persib Bandung, PSMS Medan, Barito Putera Banjarmasin, PSS Sleman, dan PSCS Cilacap.
“Jajang Sukmara merupakan pemain syarat pengalaman yang pernah bermain untuk beberapa tim Tanah Air. Hadirnya Jajang di PSIM Jogja tentu kami harapkan bisa membantu mengamankan lini belakang PSIM Jogja di kompetisi nantinya, apalagi Jajang pernah membawa tim sebelumnya promosi ke Liga 1,” ujar Sekretaris PSIM Jogja, Aprilia Sulistyowati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Defisit APBD-P Bantul 2026 membesar menjadi Rp154 miliar. Bupati Abdul Halim Muslih meminta OPD memperketat efisiensi anggaran.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.
Operasi kebakaran Transhome ditutup, tetapi basement masih bersuhu 200 derajat Celsius dan satu armada damkar tetap disiagakan.