Kebakaran di DIY Melonjak Saat Kemarau, Polda Intensifkan Patroli Titik Api
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Suasana lokakarya bertajuk Pertandingan Liga 1 Aman dan Tertib Demi Menuju Prestasi yang digelar PSS Sleman.- ist/PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman menggelar lokakarya bertajuk Pertandingan Liga 1 Aman dan Tertib Demi Menuju Prestasi yang menghadirkan Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Asep Saputra sebagai narasumber. Lokakarya yang digelar pada Kamis (23/11/2023) menjadi bentuk evaluasi juga pembenahan dalam penyelenggaraan pertandingan PSS Sleman yang lebih baik.
"Kami mengadakan lokakarya ini sebagai bentuk evaluasi dan pembenahan untuk penyelenggaraan pertandingan PSS ke depan. Ini sebenarnya lebih kepada penyegaran kembali untuk kami agar bisa menjadi penyelenggara pertandingan lebih baik," kata Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa pada Jumat (24/11/2023) di Omah PSS Sleman.
Agenda lokakarya ini diikuti oleh Manajemen PT PSS, Panpel PSS Sleman, kepolisian, steward, dan pengelola Stadion Maguwoharjo.
"Saya rasa sudah tahu berapa kali PSS Sleman terkena hukuman di laga kandang. Inilah juga yang menjadi alasan kami untuk mengadakan lokakarya ini agar ke depannya hal seperti itu tidak terulang kembali," ungkapnya.
Gusti menambahkan di gelaran BRI Liga 1-2023/24, PSS menjadi satu-satunya tim yang mengadakan evaluasi tentang penyelenggaraan pertandingan di tengah musim. Penyelenggaraan agenda ini pun langsung dikomunikasikan dengan Direktur PT LIB.
BACA JUGA: Jadi Solo Traveler Harus Siap Lahir Batin, Ini Tipsnya
"Saya kemarin langsung berkomunikasi dengan bapak Direktur PT LIB yaitu Ferry Paulus mengenai ide lokakarya ini. Beliau menyambut dengan baik dan sangat antusias karena PSS menjadi satu-satunya tim di Liga 1 yang melakukan ini," katanya.
Gusti yang pernah menjabat sebagai Komisaris PT LIB pada tahun 2019 ini juga mengungkapkan tujuan lain dari lokakarya. Salah satunya ikhwal Stadion Maguwoharjo yang akan segera direnovasi. Hal ini menyebabkan laga kandang PSS kedepannya dipastikan akan meminjam stadion di luar Sleman. Dalam situasi ini, Gusti tidak ingin ada kejadian serupa ketika PSS bertandang di stadion lain
"Panpelnya memang tetap kita tapi bukan di Maguwo. Kita tidak ingin terjadi ketika kita menumpang di stadion lain, hal-hal yang menyangkut dan menjadi persoalan di Maguwo itu terjadi di stadion tempat kita menumpang," tegasnya.
Ditambahkan Gusti hal yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana Panpel terutama untuk keamanan lebih mengetahui dan paham mengenai regulasi atau aturan pertandingan. Meskipun PT LIB telah melakukan workshop untuk semua pihak yang menyelenggarakan pertandingan di awal musim, Gusti mengakui tidak ada klub yang melakukan evaluasi di tengah musim tentang itu.
"Kita tahu di awal musim pasti ada workshop untuk pembelajaran tentang itu. Tetapi setelah itu, belum pernah dilakukan evaluasi di tengah musim, belum tentu juga ketika hadir bisa paham mengenai regulasi yang baru," katanya.
Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi pembaruan pengetahun dan edukasi bagi seluruh perangkat pertandingan. "Kita harus melakukan penyegaran, seperti apa sih steward harus bekerja, seperti apa Panpel harus bertindak dan seperti apa koordinasi antara pihak keamanan dan Panpel berkoordinasi. Hak dan kewajibannya harus lebih kita ketahui di dalam lokakarya kemarin," imbuh Gusti.
Lebih-lebih Gusti juga menegaskan dengan diadakannya lokakarya bersama PT LIB ini bisa menjadi penguat PSS Sleman untuk menindak tegas siapapun yang mengganggu jalannya pertandingan.
"Dengan demikian, ke depannya PSS Sleman akan bertindak tegas kepada siapa pun yang menggangu jalannya pertandingan. Karena kami [PSS Sleman] sudah mendapatkan persetujuan dari operator Liga 1 dalam hal ini adalah PT LIB tentu dengan berdasarkan Perpol No.10/2022," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
5 event di Yogyakarta Kamis 3 September 2026: Peoples' Conservation Summit di UGM, workshop fotografi, pengajian Maulid, lomba PBB, dan vaksinasi rabies gratis.
Tanggal 3 September memperingati Hari PMI, Hari Pencakar Langit, pemberlakuan CEDAW, hingga Hari Nasional San Marino. Simak sejarah lengkapnya.
BMKG memprakirakan seluruh wilayah DIY berawan pada Kamis 3 September 2026. Suhu udara berkisar 21-32 derajat Celsius dengan kelembapan cukup tinggi.
Kelok 23 dinilai membuka peluang meningkatkan wisata DIY. GIPI meminta produk dan SDM pariwisata diperkuat agar wisatawan tinggal lebih lama.
SIM Keliling Kulonprogo hari ini, Kamis 3 September 2026, digelar di Nanggulan. Simak jadwal, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.