Sang Dalang Seni Visual yang Tak Pernah Kehilangan Tawa itu Berpulang
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun. Sahabat dan kolega mengenang hari-hari terakhir, tawa, serta warisan besar yang ditingga
Logo PSIM Jogja - ist Twitter PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM Jogja membeberkan alasan perekrutan dua pemain anyar mereka Alfriyanto Nico Saputro dan Muhamad Fadilla Akbar yang resmi berseragam Laskar Mataram. Keduanya didatangkan pada saat jadwal bursa transfer paruh musim hampir ditutup pada 28 November kemarin.
Nico yang berposisi sebagai penyerang sayap dipinjam dari Persija Jakarta untuk memperkuat lini serang tim. Pemain timnas U20 itu menempa kemampuan sepak bolanya dari Persis Solo U15. Kemudian berlanjut ke pendidikan di SKO Ragunan hingga akhirnya direkrut oleh Persija Jakarta untuk klub juniornya. Setelah memperkuat Persija Junior, Nico dipanggil ke tim utama Macan Kemayoran.
Pemain rekrutan lain, Fadilla Akbar juga tak kalah menarik. Gelandang ini belajar mengolah si kulit bundar di kampung halamannya, Medan. Dia bermain untuk Medan Jaya, Medan Utama, Medan Sakti, serta PPLP Sumatera Utara. PSMS Medan menjadi klub profesional pertamanya.
Selain bermain untuk PSMS Medan, Fadilla juga pernah berseragam Medan Utama dan PSDS Deli Serdang. Keluar dari kampung halamannya, Fadilla meneken kontrak dengan Rans Cilegon. Setelah membawa klubnya promosi, Fadilla dipinjamkan ke Madura United. Di musim berikutnya, ia kembali dari masa pinjamannya.
Kedua pemain ini juga tergabung dalam Tim Nasional Indonesia kelompok umur. Nico termasuk ke Timnas U20, sedangkan Fadilla masuk ke Timnas U22. Kini PSIM Jogja merupakan tim yang menjadi tujuan berlabuh kedua pemain ini. Nico datang sebagai pinjaman dan Fadilla datang sebagai pemain kontrak.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengatakan, perekrutan kedua pemain itu diharapkan memperdalam komposisi pemain Laskar Mataram yang selangkah lagi lolos ke babak 12 besar. “Nico didatangkan karena dia bisa bermain di banyak posisi. Dia bisa bermain di belakang striker atau di sayap. Jadi dia pemain multi posisi yang kita butuhkan,” ungkap Razzi, Kamis (30/11/2023).
“Dia juga tipikal pemain kreatif. Karena evaluasi kita di putaran pertama, kita kurang kreativitas dari lini tengah. Menurut saya dia bisa menambah kreativitas serangan PSIM. Nico juga masih masuk ke U21, jadi sangat membantu kita dengan mengisi tambahan slot pemain U21,” tambahnya.
BACA JUGA: Dituding Terkiblat Match Fixing, Ini Klasifikasi Dirut PSIM Jogja
Sementara untuk Fadilla, Razzi mengungkapkan bahwa kedatangannya ditujukan untuk memperdalam skuad. “Untuk Fadilla ini pemain yang petarung yang dibutuhkan di Liga 2 juga. Sebagai pendalaman skuad di posisi gelandang. Saya yakin Fadilla ini bisa membantu PSIM lebih baik lagi,” tuturnya.
Razzi mengakui bahwa kedatangan kedua pemain ini memang mepet dengan batas akhir bursa transfer tutup. Meski begitu, sang manajer berharap mereka bisa cepat beradaptasi dengan tim. “Semoga kedua pemain ini cepat nyetel, cepat beradaptasi dengan tim dan dengan strategi pelatih. Semoga selanjutnya kita lebih baik di laga-laga selanjutnya,” pungkas Razzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun. Sahabat dan kolega mengenang hari-hari terakhir, tawa, serta warisan besar yang ditingga
Meta dikenai denda tambahan US$567 juta oleh pengadilan New Mexico terkait dampak platformnya terhadap anak dan remaja.
Bareskrim menyatakan dua berkas kasus PT Dana Syariah Indonesia P21. Polisi telah menyita aset senilai sekitar Rp425 miliar.
ETF emas ditargetkan mulai diperdagangkan di BEI pada 10 Agustus 2026. Simak cara beli, keuntungan, risiko, dan perbedaannya dengan emas fisik.
BMKG menyebut monsun Australia memicu gelombang hingga 6 meter di sejumlah perairan NTB pada 8-9 Agustus 2026.
Pria 25 tahun di Sragen mencuri setengah karung jagung mentah. Perkara berakhir damai melalui restorative justice karena kerugian ringan.