WeatherNext 3 Meluncur, AI Google Bikin Prediksi Cuaca Lebih Detail
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
Fabio Quartararo/ Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Emosi Fabio Quartararo, pembalap asal Prancis akhirnya meledak, usai Grand Prix Aragon. Mantan juara dunia MotoGP itu mengaku siap “melupakan segalanya” setelah menjalani balapan yang hasilnya sangat menyakitkan.
BACA JUGA: Jadwal Pemadaman Listrik Hari Ini
Dalam sprint race, Quartararo tercecer ke posisi 11. Sementara di race utama hari Minggu (8/6/2025), Quartararo itu gagal mempertahankan posisinya di 10 besar setelah mengalami insiden di Tikungan 1.
Ia kehilangan kendali di bagian depan akibat terlalu memaksakan motornya—upaya nekat untuk menutupi berbagai kekurangan teknis Yamaha.
"Saya coba keras, tapi motor ini benar-benar tak bisa dikendarai. Kami kehilangan grip, bagian depan mengunci, dan getaran di belakang makin parah," ujar Quartararo.
Quartararo menyatakan, Yamaha tak sepenuhnya memahami akar dari masalah ini. Meski tim sempat melakukan perbaikan pada sistem elektronik motor, gejala aneh tetap terjadi, terutama pada ban medium yang seharusnya stabil.
"Ini bukan soal elektronik. Kami pakai ban medium, yang seharusnya aman, tapi getaran dan spin terus muncul. Sangat aneh—ini belum pernah terjadi dua kali berturut-turut," lanjutnya.
Bagi Quartararo, ini bukan sekadar hasil buruk. Ini soal kepercayaan pada proyek Yamaha yang semakin menipis. Beberapa sumber di paddock menyebut, sang pembalap mulai mempertimbangkan opsi hengkang jika pengembangan motor tak menunjukkan progres nyata di paruh kedua musim.
Sebab, sejak awal musim 2025, Yamaha belum pernah menang, dan selalu tertinggal dari Ducati, Aprilia, hingga KTM.
Bahkan Marc Marquez yang sempat terseok di awal musim kini tampil dominan bersama tim pabrikan Ducati.
"Kalau saya terus memaksakan motor ini, kami tak hanya kehilangan poin—kami bisa kehilangan arah pengembangan secara total," tegas Quartararo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google DeepMind merilis WeatherNext 3, AI prediksi cuaca global yang menghasilkan prakiraan setiap jam dengan resolusi hingga 5 km.
Erupsi GAK menutup delapan bandara. Menhub memastikan penumpang mendapat refund 100 persen atau reschedule penerbangan.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Tri Hita Karana Universal Reflection Ceremony di Bali mempertemukan delegasi 70 negara untuk menyerukan perdamaian di tengah disrupsi AI.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot mengevaluasi portal di sirip Malioboro agar akses pejalan kaki dan penyandang disabilitas tidak terganggu.