Tren Sepatu Pink Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Iran memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai protes terhadap konflik militer dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali menegaskan keputusan tersebut merupakan sikap politik yang tidak dapat ditawar.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kita, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamali seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2026).
Faktor Keamanan dan Korban Konflik
Selain alasan politik, pemerintah Iran juga menyoroti aspek keamanan para pemain jika harus bertanding di Amerika Serikat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Donyamali menilai kondisi saat ini tidak memungkinkan tim nasional Iran untuk tampil secara sportif.
“Anak-anak kita tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada,” ujarnya.
Pemerintah Iran juga menuding Amerika Serikat telah memicu konflik yang menyebabkan banyak korban jiwa di negaranya selama sembilan bulan terakhir.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menyebut lebih dari 1.300 warga sipil Iran tewas sejak dimulainya serangan udara pada akhir Februari.
Situasi tersebut menjadi alasan kuat bagi Teheran untuk menarik diri dari ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Dampak bagi Grup G dan Potensi Sanksi
Secara teknis, keputusan Iran mundur dari turnamen menjadi kerugian bagi kompetisi. Tim nasional Iran atau Timnas Iran sebelumnya telah memastikan tiket ke putaran final setelah tampil dominan pada kualifikasi zona Asia.
Dalam hasil undian fase grup, Iran seharusnya tergabung di Grup G bersama Timnas Belgia, Timnas Mesir, dan Timnas Selandia Baru. Tim tersebut juga dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Arizona.
Ketidakhadiran delegasi Iran dalam technical meeting peserta di Atlanta pekan lalu menjadi sinyal awal pengunduran diri tersebut.
Berdasarkan regulasi FIFA, keputusan mundur dari turnamen dapat berujung pada sejumlah sanksi, antara lain:
Respons FIFA dan Donald Trump
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya telah berupaya melakukan diplomasi agar Iran tetap berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
Dalam pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Infantino menyebut pemerintah AS menjamin keamanan tim Iran selama berada di wilayahnya.
“Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” ujar Infantino.
Meski demikian, jaminan tersebut tidak mengubah keputusan pemerintah Iran untuk memboikot turnamen.
Dengan mundurnya Iran, FIFA kini harus segera menentukan tim pengganti guna menjaga kelancaran jadwal pertandingan di sejumlah kota tuan rumah, termasuk Los Angeles dan Seattle.
Keputusan ini membuat Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi salah satu edisi turnamen yang paling sarat ketegangan geopolitik di luar lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Menpar Widiyanti mendorong pariwisata berkelanjutan dan tangguh dalam Sidang UN Tourism Executive Council di Spanyol.
BPS DIY mengerahkan 4.000 petugas untuk Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha nonpertanian dilakukan door to door hingga tingkat desa.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 13 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Pemkab Kulonprogo melanjutkan gerakan korve dengan membersihkan Pasar Jombokan. Kegiatan melibatkan ASN, TNI, Polri, dan masyarakat.
Badan Geologi mempertahankan status Gunung Soputan Level II Waspada dan meminta masyarakat menjauhi radius 1,5 kilometer dari kawah.