Belajar Tari Klasik Gratis Jadi Ruang Berkumpul Warga Gowongan
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai lemahnya antisipasi bola mati membuat timnya gagal menang saat ditahan Persijap Jepara 2-2 di Bantul. /Instagram.
Harianjogja.com, BANTUL—Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel menilai kelemahan timnya dalam mengantisipasi situasi bola mati menjadi penyebab gagalnya Laskar Mataram meraih kemenangan saat ditahan imbang Persijap Jepara dengan skor 2-2 di Stadion Sultan Agung, Rabu (11/3/2026) malam.
Menurut Jean-Paul Van Gastel, timnya memulai pertandingan dengan kurang baik setelah kebobolan cepat pada awal laga melalui situasi bola mati.
“Kami memulai dengan kurang beruntung. Dalam tiga atau empat menit kami sudah kebobolan dari situasi bola mati. Itu bukan cara yang baik untuk memulai pertandingan,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Ia mengatakan para pemain sempat membutuhkan waktu untuk kembali menemukan ritme permainan setelah tertinggal di awal pertandingan.
“Kemudian kami membutuhkan beberapa menit untuk kembali ke permainan kami yang sebenarnya. Setelah itu Anda bisa lihat kami mulai bermain dan sempat unggul 2-1,” katanya.
Meski sempat membalikkan keadaan, pelatih asal Belanda tersebut menilai PSIM Yogyakarta gagal memanfaatkan momentum untuk menambah keunggulan sebelum turun minum.
“Saya rasa kami lupa untuk mencetak gol ketiga sesaat sebelum babak pertama berakhir,” ucapnya.
Van Gastel juga menilai **Persijap Jepara sebenarnya tidak banyak menciptakan peluang terbuka sepanjang pertandingan. Ancaman utama tim tamu justru datang dari situasi bola mati.
“Di babak kedua bisa dikatakan kami kalah dalam pertandingan ini karena situasi bola mati. Persijap sebenarnya tidak menciptakan peluang terbuka. Mereka hanya berbahaya melalui situasi bola mati,” katanya.
Meski berakhir imbang, Van Gastel menilai pertandingan berlangsung menarik dengan intensitas tinggi dari kedua tim.
“Saya rasa bagi para penggemar dan penonton netral, ini adalah pertandingan yang menarik untuk ditonton. Banyak intensitas, banyak permainan bagus, serta banyak kesalahan konyol yang membuat pertandingan menjadi seru untuk ditonton,” ujarnya.
Sementara itu, winger PSIM Riyatno Abiyoso mengakui timnya sebenarnya telah mewaspadai kekuatan Persijap Jepara dalam situasi bola mati, namun tetap gagal mengantisipasinya.
“Seperti yang dikatakan head coach, Persijap Jepara mempunyai set piece yang perlu diperhatikan dan memang terjadi. Dua gol mereka lewat set piece dan kita gagal meraih tiga poin di kandang,” kata Abiyoso.
Ia menilai hasil imbang tersebut bukan hasil yang diharapkan tim, meski pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Dengan hasil ini, PSIM Yogyakarta masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara Super League Indonesia musim 2025/2026 dengan koleksi 38 poin dari 25 pertandingan.
Sementara itu Persijap Jepara berada di peringkat ke-14 dengan 21 poin, hanya unggul satu angka dari zona degradasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
UGM mewajibkan mahasiswa baru mengambil 2 SKS Literasi Kesehatan yang memuat literasi finansial untuk mencegah pinjol dan judol.
BNPB menyiapkan dua helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo.
Kejagung merespons rencana praperadilan Febrie Adriansyah dan menegaskan pembuktian soal emas 74 kg akan dilakukan di persidangan.
Karhutla di Gunung Bromo belum padam. Luas lahan terbakar mencapai 10 hektare dan tiga jalur wisata masih ditutup.
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama Independen penggalangan dana IDA22 Bank Dunia. Simak profil dan perjalanan kariernya.