Advertisement
Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026, Keamanan AS Dipertanyakan
Trofi Piala Dunia - ist - FIFA
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Polemik menjelang Piala Dunia 2026 memanas seusai mantan Presiden FIFA Sepp Blatter secara terbuka mendukung peringatan agar suporter menghindari Amerika Serikat. Ia menilai situasi keamanan di negara tersebut tidak memberikan jaminan keselamatan bagi penggemar sepak bola dunia.
Turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Meski demikian, Blatter menyoroti Amerika Serikat sebagai titik paling berisiko karena dinamika keamanan dan kebijakan domestik yang dinilainya bermasalah.
Advertisement
“Saya rasa Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia kali ini,” tulis Blatter melalui akun media sosial pribadinya yang dikutip Reuters, pada Selasa (27/1/2026).
Pieth sebelumnya menyarankan para suporter sepak bola untuk tidak bepergian ke Amerika Serikat, dengan alasan meningkatnya insiden penembakan massal serta risiko perlakuan hukum dan deportasi terhadap warga negara asing.
BACA JUGA
Kekhawatiran tersebut muncul di tengah sorotan internasional terhadap kebijakan keamanan dan imigrasi Amerika Serikat, yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan hingga ancaman keselamatan bagi jutaan suporter yang diperkirakan hadir selama turnamen.
Sepp Blatter sendiri merupakan figur yang tidak lepas dari kontroversi besar di tubuh FIFA. Ia mengundurkan diri pada 2015 seusai organisasi sepak bola dunia tersebut diguncang skandal korupsi berskala global. Meski tak lagi menjabat, pernyataan Blatter masih kerap memicu perdebatan tajam di ruang publik sepak bola internasional.
Kritik terhadap Piala Dunia 2026 juga datang dari mantan Presiden UEFA Michel Platini. Ia menilai kepemimpinan FIFA di bawah Gianni Infantino semakin terpusat dan elitis, serta terlalu dekat dengan kepentingan politik tertentu, termasuk di Amerika Serikat.
Hingga kini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas dukungan Blatter terhadap seruan boikot tersebut. Namun, isu keamanan dipastikan akan menjadi salah satu tantangan terbesar penyelenggaraan Piala Dunia 2026, terutama bagi Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Awal Tahun 2026, 10 Warga Bantul Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
- Ratusan Peserta CKG Bantul Terindikasi Kemungkinan Depresi
- Kasus Suami Hentikan Penjambret Berujung Damai, Pengawasan GPS Dicabut
- Modus Cari Kerja, Pemuda 19 Tahun Curi Ponsel Warung di Jetis Jogja
- Restorasi Gumuk Pasir Bantul Menjadi Fokus Penataan Pantai Selatan
Advertisement
Advertisement




