Kabel Semrawut di Jogja Ditertibkan, Hasto: Sampah Visual Harus Hilang
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel fiber optik melalui sistem ducting untuk mengurangi sampah visual dan mempercantik wajah kota wisata.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel dan Andy Irfan saat konferensi pers usai laga versus Persis Solo, Jumat (6/2/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja kembali harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persis Solo pada laga Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Jumat (6/2/2026) sore.
Dalam pertandingan tersebut, Laskar Mataram tampil dominan sejak awal laga dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, rapatnya pertahanan Persis serta kurang maksimalnya penyelesaian akhir membuat PSIM gagal mencetak gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang 0-0 ini membuat PSIM Jogja masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan raihan 31 poin dari 20 pertandingan. Dalam tiga laga terakhir, PSIM hanya mampu meraih satu hasil seri dan menelan dua kekalahan.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Menurutnya, performa timnya pantas diganjar kemenangan mengingat banyaknya peluang yang tercipta.
“Hasilnya sangat mengecewakan. Saya rasa kami memiliki cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan ini. Tapi saya tidak bisa menyalahkan para pemain, mereka sudah melakukan segalanya,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers usai laga.
Ia menilai jalannya pertandingan berlangsung satu arah dengan PSIM lebih mendominasi penguasaan bola dan serangan.
“Kami menciptakan peluang dan pertandingan ini berjalan satu arah. Sungguh sebuah keajaiban kami tidak menang,” sambungnya.
Van Gastel juga meminta publik menilai pencapaian PSIM secara proporsional sebagai tim promosi dengan keterbatasan anggaran dibandingkan tim-tim besar lainnya.
“Lihat lawan yang kami hadapi. Persebaya punya anggaran empat kali lipat dari kami, Borneo berada di posisi kedua klasemen,” katanya.
“Kami adalah tim promosi dengan anggaran kecil dan tidak bisa belanja pemain besar. Klub ini sedang berkembang dan terus tumbuh,” lanjutnya.
Sementara itu, pemain PSIM Andy Irfan mengakui kekecewaan tim karena gagal mengonversi peluang menjadi gol.
“Hari ini kami kecewa karena tidak bisa mendapatkan poin penuh. Kami punya banyak peluang, tapi hasilnya belum berpihak kepada kami,” ujarnya.
Ia berharap hasil tersebut menjadi evaluasi agar PSIM tampil lebih efektif di laga berikutnya.
“Semoga ini jadi pelajaran. Kami akan terus bekerja keras di latihan dan semoga di pertandingan selanjutnya bisa meraih tiga poin,” kata Andy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel fiber optik melalui sistem ducting untuk mengurangi sampah visual dan mempercantik wajah kota wisata.
Disdukcapil Bantul mulai merasakan dampak efisiensi BBM. Program jemput bola IKD tetap berjalan, namun penyesuaian layanan berpotensi dilakukan.
Inggris gagal mengalahkan Ghana usai bermain imbang 0-0 pada laga Grup L Piala Dunia 2026. Kiper Benjamin Asare tampil gemilang menahan gempuran The Three Lions
Program perbaikan RTLH Kota Jogja terus dikebut. Sebanyak 173 rumah dibantu APBD dan APBN dengan target rampung pada November 2026.
Inggris mendominasi permainan tetapi gagal mencetak gol. Ghana menahan skor 0-0 hingga babak pertama Grup L Piala Dunia 2026.
Cristiano Ronaldo mencetak dua gol saat Portugal menang 5-0 atas Uzbekistan dan memecahkan tiga rekor bersejarah di Piala Dunia 2026.