Setelah Wales, FA Inggris Dikabarkan Tinggalkan Gianni Infantino
FA Inggris dikabarkan mengikuti Wales mencabut dukungan untuk Gianni Infantino setelah gagalnya proyek komersial FIFA senilai US$4,2 miliar.
Trofi Liga Champions./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA— Laga hidup-mati bakal tersaji dini hari nanti saat Arsenal menjamu Atletico Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions. Hasil imbang 1-1 di leg pertama membuat duel di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) pukul 02.00 WIB, menjadi penentu siapa yang melangkah ke final.
Keunggulan agregat tipis membuat Arsenal berada di posisi lebih menguntungkan karena bermain di kandang sendiri. Namun situasi ini belum sepenuhnya aman. Atletico dikenal sebagai tim yang sangat efektif di fase gugur, bahkan saat bermain tandang.
Arsenal datang dengan misi besar: mengakhiri penantian panjang menuju final Liga Champions yang sudah berlangsung selama dua dekade. Bermain di depan pendukung sendiri menjadi momentum penting yang tidak boleh disia-siakan.
Di sisi lain, Atletico Madrid justru membawa modal mental kuat. Tim asal Spanyol tersebut punya rekam jejak impresif di semifinal kompetisi Eropa. Dalam tujuh kesempatan terakhir, mereka berhasil melaju ke final sebanyak enam kali—catatan yang menunjukkan konsistensi tinggi di level elite.
Ancaman Atletico tidak hanya berhenti pada statistik. Mereka juga memiliki pengalaman menyingkirkan tim-tim besar seperti Barcelona, Bayern Muenchen, hingga Liverpool di fase gugur. Bahkan, pada perempat final musim ini, Atletico sukses menang 2-0 di Camp Nou—hasil yang menegaskan kekuatan mereka di laga tandang.
Bagi Arsenal, ada satu catatan yang patut diwaspadai. Atletico pernah menyingkirkan mereka di semifinal Liga Europa 2017/2018. Saat itu, Arsenal hanya mampu bermain imbang 1-1 di kandang, sebelum kalah 0-1 di leg kedua.
Pelatih Atletico, Diego Simeone, menegaskan laga ini akan ditentukan oleh performa pemain di lapangan, bukan sekadar strategi di atas kertas.
“Tidak peduli seberapa banyak pelatih memikirkannya, sepak bola adalah tentang para pemain. Kami memiliki keyakinan besar dan percaya diri dengan apa yang kami inginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Arsenal dipastikan akan tampil agresif sejak awal untuk mengamankan tiket final. Dukungan penuh dari suporter di Emirates diyakini menjadi energi tambahan bagi skuad Mikel Arteta.
Pertandingan ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga mental dan pengalaman. Arsenal mengandalkan momentum kandang, sementara Atletico bertumpu pada pengalaman panjang di fase gugur.
Laga ini diprediksi berjalan ketat hingga menit akhir. Siapa yang mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan peluang, dialah yang akan melangkah ke final Liga Champions musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FA Inggris dikabarkan mengikuti Wales mencabut dukungan untuk Gianni Infantino setelah gagalnya proyek komersial FIFA senilai US$4,2 miliar.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.