Komite MAN 2 Bantul Klarifikasi Isu Biaya Pendidikan Rp4,2 Juta
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Penyerahan piala kepada pemenang kompetisi Grassroot Football Festival yang diselenggarakan Asprov PSSI DIY pada Minggu (15/10/2023) di Lapangan Kenari. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Grassroot Football Festival resmi ditutup pada Minggu (15/10/2023). Pertandingan yang memperebutkan piala bergilir GKR Mangkubumi itu diikuti kelompok umur (KU) 9 sampai 12 tahun dengan kategori perlombaan yakni bronze, silver dan gold.
Total ada sebanyak 132 tim yang berpartisipasi dengan jumlah atlet anak sebanyak 2.200 orang yang delapan di antaranya merupakan atlet puteri. SSB Baturetno, Bantul memborong sebagian besar juara di kategori gold yakni di KU 10 sampai 12 tahun. Sementara di KU 9 dijuarai oleh SSB AMS Seyegan, Sleman.
GKR Mangkubumi dalam sambutannya mengatakan, perhelatan Grassroot Football Festival merupakan agenda rintisan dalam menciptakan regenerasi atlet sepak bola di wilayah Jogja. Ia berharap agar semangat yang dibangun bisa konsisten dan dijaga sampai anak tersebut tumbuh dewasa.
"Sangat luar biasa, semoga semangat ini tidak pudar sampai dewasa nanti, di mana kita targetnya 2038 ada yang menyumbang tampil di pentas dunia. Mohon bapak ibu mendampingi anaknya, semangat jangan luntur dan bersama-sama membawa anak kita ke jenjang yang lebih tinggi lagi," katanya.
GKR Mangkubumi berharap ke depan penyelenggaraan kompetisi yang direncakan diadakan reguler setiap tahunnya ini semakin meningkat. "Ini lah generasi sepak bola kita di masa depan dan semoga bisa membawa nama baik Jogja ke pentas nasional dan juga internasional," ucapnya.
Ketua Umum Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto menyebut, Grassroot Football Festival merupakan agenda pembinaan sepak bola usia dini pertama yang diselenggarakan pihaknya. Dimulai sejak 2 September lalu, pelaksanaan ini sejalan dengan visi PSSI pusat yang mencanangkan Indonesia tampil di gelaran Piala Dunia 2038 mendatang.
"Itu sebabnya kita terjemahkan bahwa yang akan tampil di 2038 adalah anak-anak yang sekarang di usia 9 sampai 12 tahun. Mereka akan kita jaga, kita asah agar tak mudah patah dan kita asuh untuk berjuang penuh dan komitmen menjaga mereka ke depannya," kata Dessy.
Menurutnya, tahun depan ajang ini akan dilaksanakan dua kali dalam setahun yakni di semester awal dan semester akhir. GKR Mangkubumi juga sudah setuju penamaan kompetisi ini ke depannya akan memperebutkan Piala GKR Mangkubumi, sehingga upaya pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan terarah.
"Semoga ada bibit atlet sepak bola yang bersinar ke depannya. Mulai tahun depan setiap tahunnya kompetisi ini akan disebut Piala GKR Mangkubumi dan bergilir. Kita berharap apa yang kita upayakan dalam pembinaan sepak bola bisa membuahkan hasil ke depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.