Morgan Freeman Akui Bayaran Besar Bisa Kalahkan Naskah Buruk
Morgan Freeman mengaku bayaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih proyek film. Aktor peraih Oscar itu menyampaikan pandangannya menjelang penay
Alexander Manninger/ GettyImages
Harianjogja.com, JOGJA—Dunia sepak bola berduka setelah mantan kiper timnas Austria, Alexander Manninger, meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di perlintasan kereta di Nussdorf am Haunsberg, Salzburg, Kamis (16/4/2026). Ia mengembuskan napas terakhir pada usia 48 tahun.
Insiden ini langsung menyita perhatian publik karena terjadi secara mendadak dan melibatkan tabrakan keras dengan kereta.
Bagi penggemar sepak bola Eropa, kabar ini menjadi kehilangan besar, terutama bagi mereka yang mengikuti karier Manninger sejak akhir 1990-an hingga 2010-an.
Berdasarkan laporan media lokal, kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.20 waktu setempat di perlintasan kereta tanpa palang di Salzburg. Mobil minivan yang dikemudikan Manninger tertabrak kereta dan terseret beberapa meter hingga mengalami kerusakan parah.
Meski benturan cukup keras, sekitar 25 penumpang kereta dan masinis dilaporkan tidak mengalami luka.
Tim penyelamat dari Palang Merah dan pemadam kebakaran segera tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama.
"Petugas pertama memberikan pertolongan pertama dan menggunakan defibrilator, tetapi tidak berhasil," demikian keterangan pihak berwenang.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan dengan penggunaan defibrilator, namun nyawa Manninger tidak tertolong di lokasi kejadian.
Penyebab pasti kecelakaan hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Ahli kecelakaan, Gerhard Kronreif, ditugaskan untuk merekonstruksi insiden tersebut.
"Karena jenis kendaraannya, data elektronik dapat dianalisis secara presisi—termasuk perilaku pengemudi," ujarnya.
Selain itu, data dari kereta juga akan diperiksa, termasuk memastikan apakah sinyal perlintasan telah berfungsi dengan baik saat kejadian.
Saat insiden berlangsung, Manninger diketahui seorang diri di dalam kendaraan.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pihak, termasuk klub Red Bull Salzburg yang pernah dibelanya.
"Kami berduka atas kepergian mantan pemain kami, Alexander Manninger, yang meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan lalu lintas. Doa kami menyertai keluarga dan teman-temannya," tulis pernyataan resmi klub.
Manninger dikenal sebagai salah satu kiper berpengalaman di Eropa. Ia mengawali karier profesional sebelum bergabung dengan Arsenal pada 1997.
Sepanjang kariernya, ia juga pernah memperkuat klub besar seperti Juventus dan Liverpool, serta berkarier di berbagai liga top Eropa.
Di level internasional, Manninger mencatatkan 33 penampilan bersama timnas Austria dan menjadi bagian dari skuad Piala Eropa 2008.
Ia mengakhiri karier profesionalnya pada 2017 sebagai kiper cadangan di Liverpool. Kepergiannya kini meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola internasional dan para penggemarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Morgan Freeman mengaku bayaran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih proyek film. Aktor peraih Oscar itu menyampaikan pandangannya menjelang penay
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak melintasi Indonesia. Simak waktu puncak GMT dan cara menyaksikannya dengan aman.