Jean Paul van Gastel Dipecat PSIM, Ini Rekam Jejak Kariernya

Jumali
Jumali Sabtu, 17 Oktober 2026 16:37 WIB
Jean Paul van Gastel Dipecat PSIM, Ini Rekam Jejak Kariernya

Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel saat ditemui usai sesi latihan di Mandala Krida, Senin (16/3/2026) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja mengakhiri kerja sama dengan Jean Paul van Gastel setelah rentetan hasil buruk pada awal Super League 2026/2027. Empat kekalahan beruntun membuat Laskar Mataram terpuruk di zona merah klasemen dengan koleksi hanya satu poin dari lima pertandingan.

Keputusan pemberhentian pelatih kepala asal Belanda itu diumumkan Direktur Utama PSIM Jogja, Yuliana Tasno, dalam konferensi pers di Balai Kota Jogja, Sabtu (17/10/2026).

“Saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan coach JP Van Gastel,” kata Yuliana.

Hasil pertandingan menjadi latar belakang keputusan manajemen tersebut. Dalam lima laga terakhir, PSIM hanya meraih satu hasil imbang dan menelan empat kekalahan secara beruntun.

Teranyar, PSIM kalah 1-2 saat menjamu PSM dalam pertandingan pekan kelima yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026). Pertandingan tersebut digelar tanpa penonton.

Rentetan hasil negatif itu membuat PSIM harus bertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara, yang berada di zona merah, dengan raihan satu poin.Van Gastel Sebenarnya Masih Terikat Kontrak hingga 2027

Van Gastel ditunjuk sebagai pelatih kepala PSIM setelah klub memastikan promosi ke Liga 1 pada musim 2025/2026. Manajemen kemudian memperpanjang kontraknya pada Mei 2026 sehingga masa kerjanya semestinya berlangsung hingga 30 Juni 2027.

Namun, hasil buruk pada awal musim 2026/2027 membuat kebersamaan kedua pihak berakhir lebih cepat. Belum ada keterangan lebih lanjut dalam informasi yang tersedia mengenai detail penyelesaian kontrak setelah keputusan tersebut.

Rekam Jejak Van Gastel sebagai Pemain dan Pelatih

Sebelum berkarier sebagai pelatih, Van Gastel dikenal sebagai mantan pemain sepak bola asal Belanda. Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip dalam informasi sumber, ia mencatatkan lima penampilan bersama Timnas Belanda pada 1996 dan mengoleksi dua gol untuk De Oranje.

Namanya juga dikenal melalui kiprahnya bersama Feyenoord di Eredivisie, kasta tertinggi Liga Belanda. Bersama klub tersebut, Van Gastel disebut mengoleksi lima gelar juara.

Karier kepelatihannya berkembang ketika ia menjadi asisten pelatih di Feyenoord pada 2011. Dalam perjalanan tersebut, ia bekerja bersama sejumlah nama besar, termasuk Ronald Koeman dan Giovanni van Bronckhorst.

Setelah itu, Van Gastel melanjutkan karier di luar Belanda dengan menangani Guangzhou City di Liga Super China. Jabatan terakhirnya sebelum menangani PSIM disebut sebagai asisten pelatih di Besiktas, klub besar Turki.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Van Gastel sebelum memimpin PSIM. Namun, setelah awal musim yang sulit dan empat kekalahan beruntun, manajemen Laskar Mataram memilih mengakhiri kerja sama dengannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online