Waspada Pre-Order iPhone Duo Palsu, Membuka Situs Saja Bisa Berisiko
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Motor MotoGP bermesin 850 cc untuk musim 2027 dilaporkan mampu mencatatkan waktu putaran yang mendekati motor 1000 cc generasi saat ini dalam sejumlah tes tertutup. Hasil awal tersebut menunjukkan perubahan kapasitas mesin belum tentu membuat motor generasi berikutnya kehilangan daya saing di lintasan.
Meski demikian, tujuan utama regulasi baru bukan sekadar memperlambat waktu putaran. General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, dan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan perubahan tersebut diarahkan untuk menekan kecepatan puncak motor demi meningkatkan keselamatan pembalap.
Dikutip dari Corsedimoto, catatan waktu resmi motor 850 cc dengan ban Pirelli baru akan tersedia setelah tes pascamusim MotoGP di Valencia pada 1 Desember 2026. Sementara itu, hasil pengujian yang telah beredar memberikan gambaran awal tentang kemampuan motor dengan regulasi baru.
Salah satu pengujian yang menjadi sorotan berlangsung di Red Bull Ring, Spielberg, Austria. Rookie LCR Honda, Diogo Moreira, dilaporkan membukukan waktu 1 menit 28,4 detik saat mengendarai motor 850 cc.
Sebagai pembanding, Moreira mencatatkan waktu 1 menit 29,1 detik saat kualifikasi di sirkuit yang sama menggunakan motor Honda 1000 cc. Perbandingan tersebut memperlihatkan catatan waktu pengujian motor generasi baru berada dalam rentang yang kompetitif.
Pedro Acosta juga memberikan gambaran mengenai perbedaan performa kedua generasi motor. Pembalap KTM itu membukukan waktu 1 menit 27,9 detik saat kualifikasi dengan motor 1000 cc, yang mengantarkannya ke baris depan posisi start.
Dalam pengujian motor 850 cc, Acosta mencatatkan waktu 1 menit 28,9 detik. Selisih tersebut menunjukkan motor generasi baru masih berpotensi mencatatkan waktu putaran yang relatif dekat dengan motor 1000 cc.
Namun, hasil pengujian tersebut belum bisa dijadikan patokan menyeluruh untuk seluruh sirkuit. Kondisi lintasan, ban, dan karakter pengujian juga perlu diperhitungkan sebelum menarik kesimpulan mengenai performa motor MotoGP 2027.
Mulai musim 2027, kapasitas mesin MotoGP akan turun dari 1000 cc menjadi 850 cc. Perubahan tersebut merupakan bagian dari paket regulasi baru yang juga mencakup penghapusan perangkat pengatur ketinggian motor (ride-height devices) dan pembatasan aerodinamika.
MotoGP juga akan beralih dari Michelin ke Pirelli sebagai pemasok ban. Selain itu, jumlah bahan bakar yang tersedia akan dikurangi, sementara bobot minimum motor diturunkan empat kilogram.
Rangkaian perubahan tersebut diharapkan mengubah karakter motor, mulai dari kecepatan puncak hingga pengendalian ketika memasuki tikungan. Bagi Ducati Corse, pengurangan kapasitas mesin dan tenaga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan keselamatan.
“Alasan utama kami ingin mengurangi performa bukanlah waktu putaran, melainkan kecepatan puncak, yaitu kecepatan saat pembalap mencapai tikungan pertama. Itulah sebabnya kami ingin mengurangi tenaga dan kapasitas mesin,” ujar Dall'Igna.
Ia menilai waktu putaran yang masih mendekati catatan 2026 tidak serta-merta berarti tujuan keselamatan regulasi baru gagal tercapai.
“Saya pikir, meskipun waktu putaran masih cukup dekat dengan catatan pada 2026, kita tetap bisa mendapatkan peningkatan dari sisi keselamatan. Jadi, sejujurnya, saya pikir ini adalah langkah yang perlu diambil,” sambungnya.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyoroti rekor kecepatan tertinggi MotoGP yang tercipta di Sirkuit Mugello pada Mei lalu. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sama-sama mencapai 368,6 km/jam, mencatatkan kecepatan tertinggi dalam sejarah MotoGP sebagaimana disebutkan dalam laporan sumber.
Menurut Rivola, pengurangan tenaga mesin sekitar 50 hp berpotensi menekan kecepatan puncak motor. Langkah tersebut sejalan dengan tujuan regulasi baru untuk mengurangi risiko yang berkaitan dengan kecepatan tinggi.
“Itu sangat tinggi. Jadi, pengurangan tenaga sekitar 50 hp tentu akan menurunkan kecepatan tersebut,” jelas Rivola.
Meski demikian, ia mengungkapkan hasil pengujian awal masih memperlihatkan waktu putaran yang kompetitif. Para pembalap juga menilai motor baru lebih mudah dikendarai, sehingga mereka berpotensi mengendalikan karakter motor dengan lebih baik.
“Dari apa yang kami lihat, waktu putaran masih terlihat cukup cepat. Pada saat yang sama, para pembalap mengatakan motor ini lebih mudah dikendarai, sehingga mereka mungkin bisa mengendalikannya dengan lebih baik. Namun, lebih baik melihat ke depan daripada ke belakang, karena keputusan ini sudah dibuat.”
Catatan waktu dalam satu putaran belum cukup untuk menggambarkan kemampuan motor mempertahankan performa sepanjang balapan. Rivola mengatakan konsistensi kecepatan motor 850 cc masih menjadi pertanyaan, terutama karena karakter ban Pirelli juga berpengaruh terhadap hasil di lintasan.
“Kami belum tahu apakah kecepatannya akan tetap sama sepanjang balapan. Untuk satu putaran, sejauh ini motor-motor tersebut terlihat cukup cepat, bahkan mungkin sangat cepat di beberapa sirkuit, dengan selisih yang hanya sedikit dari motor 1000 cc. Namun, ban jelas menjadi faktor penentu, dan hal itu masih belum sepenuhnya diketahui,” tutup Rivola.
Dengan demikian, keberhasilan regulasi MotoGP 2027 tidak hanya akan dinilai dari catatan waktu putaran. Kecepatan puncak, kemampuan pengendalian, karakter ban, dan konsistensi selama balapan juga akan menjadi faktor penting untuk mengukur dampak perubahan terhadap keselamatan serta persaingan di lintasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Persijap Jepara dan PSIM Jogja mengganti pelatih pada awal Super League 2026/2027. Simak daftar pelatih yang diberhentikan hingga Oktober.
Rapimda KADIN DIY 2026 membahas penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan daya saing UMKM, dan peluang menembus pasar global.
WiFi lemot karena terlalu banyak perangkat terhubung? Simak cara membatasi pengguna WiFi melalui pengaturan router agar jaringan lebih terkontrol.
Film The Longest Wait tentang perjuangan Timnas Indonesia tayang 28 Oktober 2026. Simak trailer dan pesan Jay Idzes untuk suporter Garuda.
PSIM Jogja memecat Jean Paul van Gastel setelah empat kekalahan beruntun di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kini berada di peringkat 16.