HP Tipis Pesaing iPhone Air, dari Samsung hingga Infinix
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Pebulu tangkis Indonesia Jonatan Christie/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Perjalanan wakil Indonesia di French Open 2026 diwarnai hasil mengejutkan. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Chinese Taipei, sedangkan Jonatan Christie dihentikan juniornya sendiri, Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Indonesia, terutama karena Fajar/Fikri datang ke Paris dengan modal gelar juara Denmark Open 2026. Namun, hasil di turnamen sebelumnya tidak menjamin mereka bisa mengulang performa yang sama di French Open.
Fajar/Fikri kalah dari Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi-Lin dengan skor 24-26 dan 13-21 dalam pertandingan babak pertama di Arena Grand Paris, Rabu (21/10/2026). Sementara itu, Jonatan lebih dulu tersingkir setelah kalah dari Ubed melalui pertandingan tiga gim, 21-16, 17-21, 17-21, pada Selasa (20/10/2026).
Kekalahan di Paris menjadi hasil yang kontras bagi Fajar/Fikri setelah mereka menjuarai Denmark Open 2026. Pasangan Indonesia itu sebenarnya memiliki kesempatan untuk merebut gim pertama, tetapi gagal menuntaskan persaingan ketat melawan Chiu/Wang.
Gim pembuka berlangsung sengit. Setelah saling mengejar angka, Fajar/Fikri akhirnya harus menyerah 24-26 dalam pertarungan yang melewati skor setting point.
Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri berusaha mengubah keadaan dan memaksakan gim penentuan. Akan tetapi, pasangan Chinese Taipei mampu mempertahankan tekanan hingga menjauh dalam perolehan angka. Fajar/Fikri akhirnya kalah 13-21 dan mengakhiri langkah di babak 32 besar.
Kekalahan ini sekaligus membuat Fajar/Fikri tidak dapat melanjutkan persaingan untuk memperebutkan gelar French Open 2026. Bagi pasangan Indonesia tersebut, hasil di Paris menjadi catatan penting setelah keberhasilan mereka di Denmark.
Kejutan lain datang dari nomor tunggal putra. Moh. Zaki Ubaidillah berhasil menyingkirkan Jonatan Christie setelah bangkit dari kekalahan pada gim pertama.
Jonatan merebut gim pembuka dengan skor 21-16. Namun, Ubed meningkatkan tempo permainan pada gim kedua dan menang 21-17 untuk menyamakan kedudukan.
Pada gim penentuan, Ubed kembali mampu menjaga permainan dan menutup pertandingan dengan skor 21-17. Kemenangan tersebut memastikan langkahnya ke babak berikutnya sekaligus menghentikan perjalanan Jonatan di turnamen ini.
Dalam keterangan yang dimuat PBSI, Ubed mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. Ia menyebut pertandingan melawan Jonatan sebagai pengalaman berharga dan mengatakan masih perlu membuktikan konsistensi permainannya.
Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di French Open tidak hanya ditentukan oleh nama besar atau pengalaman pemain. Ubed mampu memanfaatkan kesempatan dan membalikkan keadaan setelah tertinggal pada gim pertama.
Meski Fajar/Fikri dan Jonatan telah tersingkir, Indonesia masih memiliki wakil yang melaju ke babak 16 besar. Di sektor ganda putra, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengalahkan pasangan Chinese Taipei, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, dengan skor 21-18 dan 21-15.
Dari ganda putri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga memastikan kelolosan setelah mengatasi pasangan Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 18-21, 21-11, 21-16.
Hasil positif lainnya diraih Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka memenangi duel sesama wakil Indonesia melawan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dengan skor 21-19 dan 21-14.
Di nomor ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengamankan tiket ke babak 16 besar setelah menang 22-20 dan 21-18 atas pasangan Malaysia, Jimmy Wong/Cheng Su Yin.
Hasil-hasil tersebut membuat peluang Indonesia untuk bersaing di French Open 2026 tetap terbuka. Perhatian berikutnya tertuju kepada para wakil yang masih bertanding, termasuk Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, serta pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Dengan sejumlah pemain sudah memastikan kelolosan, Indonesia masih memiliki kesempatan menambah hasil positif di Paris. Namun, tersingkirnya Fajar/Fikri dan Jonatan menjadi pengingat bahwa setiap pertandingan harus dihadapi dengan kesiapan dan konsistensi, terlepas dari hasil yang diraih pada turnamen sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Yayaya Fest 2026 digelar di Stadion Kridosono, Jogja, dengan konsep musik inklusif dan ramah lingkungan, dilengkapi fasilitas difabel serta program pengelolaan
Omoda X diperkenalkan sebagai crossover bergaya off-road dengan pilihan BEV, PHEV, dan HEV. Simak desain dan bocoran spesifikasinya.
Pegadaian membagikan enam tips menghindari penipuan berkedok rekrutmen, mulai dari memeriksa kanal resmi hingga mewaspadai permintaan biaya seleksi.
Polisi membongkar dua pabrik obat keras ilegal di Sukoharjo, menyita 7,86 juta tablet, 69,27 ton bahan baku, dan uang Rp9 miliar.