Hari Pertama Sistem Baru Retribusi Pantai Bantul Masih Banyak Catatan
Hari pertama sistem baru retribusi Pantai Parangtritis dievaluasi. Fasilitas TPR minim, pembayaran digital terbatas, dan TPR di jalan nasional masih jadi sorota
Pelatih kepala PSS Sleman Marian Mihail mengaku masih mencari strategi memperbaiki lini belakang tim di musim ini untuk menjaga asa bertahan di posisi atas klasemen sementara. (email)
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman mengaku masih mencari strategi yang tepat untuk memperkuat lini belakang tim demi menjaga asa bertahan di posisi terbaik klasemen Liga 1.
Sampai dengan pekan ke 10 Super Elang Jawa, julukan PSS Sleman sudah kebobolan 15 gol.
Pelatih Kepala PSS Sleman Marian Mihail mengakui, meski anak asuhnya melesakkan 16 gol ke kandang lawan tapi lini belakang timnya dinilai cukup rapuh di musim ini. Hal itu bukan tidak menjadi perhatian, hanya saja ia mengaku masih mencari strategi dan komposisi yang tepat.
"Soal pertahanan tim itu juga jadi masalah penting bagi kami dan tentu harus segera menemukan solusi," kata pelatih berpaspor Romania itu, Selasa (29/8/2023).
Di pertandingan melawan Persebaya Surabaya Anthony Pinthus dan kolega memang berhasil mencatatkan nirbobol. Serangan tim Bajul Ijo hanya berkutat di area tengah, alhasil tim lawan sama sekali tidak mencatatkan tendangan ke gawang di laga itu. Taktik itu disebut sengaja dilakukan Persebaya.
BACA JUGA: PSS Sleman vs Persebaya Surabaya Berakhir Sama Kuat
"Kami selalu belajar dari kesalahan setiap pekan termasuk soal kebobolan. Saya segera berdiskusi dengan asisten pelatih coach Bertrand dan saya harapkan kesalahan di lini belakang sudah bisa dievaluasi total menjelang melawan PSM," kata dia.
Di pekan ke 11 pada 3 September mendatang laga berat kembali menanti Super Elja. Adalah sang juara bertahan PSM Makassar yang menjadi penantang. Berlaga di Stadion Maguwoharjo, tim lawan saat ini tengah dalam tren positif setelah kemarin berhasil mengalahkan Persis Solo dengan skor tipis.
Marian menyebut, timnya harus fokus di laga mendatang. Evaluasi akan dilakukan sebab di laga melawan Persebaya anak asuhnya sudah bermain menekan sejak awal laga, tapi keberuntungan belum hadir. Tren tiga kali kemenangan beruntun pun gagal dipertahankan.
"Saya berharap di laga mendatang kami akan bisa memperbaiki penampilan dan lebih efisien saat di lapangan. Bermain dominan di setiap pertandingan tentu belum cukup," ujarnya.
Pemain belakang PSS Sleman Ibrahim Sanjaya mengaku sudah bersiap untuk laga selanjutnya melawan PSM Makassar. Di beberapa pertandingan terakhir ia selalu menjadi pilihan untuk ditempatkan di pos bek kiri. Meski bukan posisi favoritnya, mantan pemain timnas U19 itu mengaku tetap harus siap.
"Sebagai pemain tentu kita harus siap dimainkan pada posisi apapun saat dibutuhkan tim, menurut saya sama saja meskipun posisi natural saya di bek kiri, tapi ketika bermain di sisi kanan saya tetap berusaha menampilkan yang terbaik," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari pertama sistem baru retribusi Pantai Parangtritis dievaluasi. Fasilitas TPR minim, pembayaran digital terbatas, dan TPR di jalan nasional masih jadi sorota
Kecelakaan di Gedong Kuning Bantul tewaskan satu pengendara. Diduga akibat melawan arus, satu korban lainnya luka serius.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.