BNNK Sleman Gandeng GIS 3, Guru Jadi Garda Pencegahan Narkoba
BNNK Sleman dan GIS 3 Yogyakarta berkolaborasi memperkuat P4GN dengan mendorong guru menjadi agen perubahan pencegahan narkoba.
Pemain PSS Sleman, Frederic Injai merayakan golnya ke gawang Persipal pada Minggu (5/10/2025). /Istimewa-PSS Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Kemenangan telak PSS Sleman di markas Persipal Palu pada Minggu (5/10/2025) dengan skor 0-3 tak terlepas dari perubahan taktik pelatih PSS di laga tersebut. Bermain menyerang di babak pertama, PSS Sleman memperketat barisan pertahanan di babak kedua menghadapi serangan tim tuan rumah yang bertekad mengejar ketertinggalan.
Dalam laga kontra Persipal di Stadion Gawalise, PSS Sleman yang nyaris menyerang di sepanjang babak pertama berhasil mencetak dua gol lewat tandukan Cleberson dan sepakan Frederic Injai. Namun di babak kedua, Super Elja seperti memainkan taktik permainan yang berbeda.
Meski unggul dua gol di babak pertama, Super Elja terlihat merapatkan barisan pertahanan di babak kedua. Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis punya penjelasan tersendiri soal perubahan taktik PSS di babak kedua kontra Laskar Tadulako tersebut.
Apa yang terjadi di babak kedua bukan lah penurunan permainan dari timnya. Kondisi Persipal yang tertinggal, memaksa mereka untuk keluar lebih menyerang. Tak ingin kecolongan, Super Elja melawan strategi itu dengan memperketat barisan pertahanan.
"Saya kira bukan ada penurunan ya. Tetapi memang Persipal di awal babak kedua langsung menekan. Akhirnya, pemain kami lebih banyak main di daerah sendiri, bertahan, itu kejadiannya," kata Ansyari dalam Post Match Press Conference pada Minggu (5/10/2025).
Permainan lebih bertahan di babak kedua ini dijelaskan Ansyari merupakan bagian dari taktik. Ansyari tahu betul, Persipal yang tertinggal apalagi bermain di depan pendukungnya pasti keluar untuk menyerang dan berusaha menciptakan gol.
Di babak kedua, Persipal memang meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Laskar Tadulako beberapa kali mengancam gawang PSS di babak kedua. Akan tetapi tak satu pun serangan Persipal berbuah menjadi gol.
Kondisi tersebut yang coba dinetralkan Ansyari dengan bermain lebih bertahan. Bukan bermain secara pasif, PSS Sleman memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan pemain Persipal saat menyerang dengan melakukan serangan balik.
"Itu juga merupakan salah satu taktikal kami. Kami tahu, tim yang ketinggalan, apalagi tuan rumah, dia pasti keluar menyerang. Kami kuatkan dulu pertahanan, kita lakukan counter [serangan balik]. Itu yang terjadi ketika gol kami yang ketiga," ungkapnya.
Gol ketiga PSS Sleman memang lahir dari skema serangan balik yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persipal. Berawal dari build up serangan yang gagal dari pemain Persipal di area tengah lapangan, gelandang PSS Frederic Injai berhasil merebut bola dari pemain Persipal.
Injai perlahan maju ke area garis pertahanan lawan sambil menunggu rekan. Melihat pergerakan Tocantins, Injai menyodorkan umpan pendek kepada top skor PSS Sleman tersebut.
Tocantins lantas masuk ke area kotak penalti. Lantaran dikawal pemain Palu, Tocantins mengembalikan bola ke arah Injai yang disambar tendangan keras. Bola tendangan Injai masuk dengan keras ke gawang Persipal dan mengubah skor menjadi 0-3 untuk tim tamu PSS Sleman. Hingga laga usai skor ini tetap bertahan dan PSS berhasil membawa poin penuh dari Stadion Gawalise, Palu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNNK Sleman dan GIS 3 Yogyakarta berkolaborasi memperkuat P4GN dengan mendorong guru menjadi agen perubahan pencegahan narkoba.
DPRD Kulonprogo mendesak evaluasi total program MBG di SMPN 3 Wates setelah dugaan keracunan massal kembali terjadi.
Danantara Indonesia mengambil alih empat manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun. Seluruh entitas akan merger dalam satu bula
Sebanyak 25.000 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus-September 2026 dengan dukungan penuh seluruh kementerian dan lembaga.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi