Tarif Trans Jogja 2026 Mulai Rp500, Ini Daftar Rutenya Hari Ini
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Tangkapan layar
Harianjogja.com, JOGJA—Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq. Sanksi berat ini diberikan setelah ia dinilai melakukan tindakan kekerasan dalam laga Liga 4 Jawa Tengah melawan Persikaba Blora.
Putusan tersebut diambil dalam sidang Komdis yang digelar Rabu (21/1/2026) malam. Melalui Putusan Nomor 52/KD.L4/PSSI.JTG/I/2026, Komdis menyatakan Raihan terbukti melakukan violent conduct dengan mengangkat kaki secara berlebihan hingga mengenai dada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas.
Komite Disiplin menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar sportivitas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pemain lain di lapangan. Atas dasar itu, Komdis menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas dan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sepak bola di bawah naungan PSSI seumur hidup.
Selain hukuman larangan bermain, Raihan juga dikenai denda sebesar Rp5 juta. Sanksi tersebut dijatuhkan dengan mengacu pada Pasal 48 juncto Pasal 49 juncto Pasal 10 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.
Insiden tersebut terjadi saat laga PSIR Rembang kontra Persikaba Blora yang berlangsung di Stadion Krida Rembang. Dalam tayangan pertandingan, Raihan terlihat gagal mengamankan bola sebelum kemudian menjulurkan kakinya ke arah depan hingga mengenai dada Rizal Dimas, yang saat itu tidak terlalu agresif mengejar bola. Rizal pun langsung terjatuh di lapangan.
Pertandingan itu sendiri berakhir imbang tanpa gol, 0-0.
Seusai insiden, Raihan Alfariq menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya yang berujung sanksi berat tersebut.
"Saya sebagai kiper PSIR Rembang, dalam laga melawan Persikaba Blora pada hari Rabu (21/1) sore tadi. Saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta," kata Raihan.
"Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal. Saya juga meminta maaf kepada segenap manajemen dan ofisial Persikaba Blora atas insiden sore tadi. Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang," ujar dia.
Tak hanya pemain, Komdis PSSI Jawa Tengah juga menjatuhkan sanksi kepada perangkat pertandingan. Berdasarkan memo internal yang ditujukan kepada Komite Wasit PSSI Jawa Tengah, wasit yang memimpin laga tersebut dinilai tidak optimal dalam mengambil keputusan.
Wasit yang bersangkutan direkomendasikan untuk mendapatkan pembinaan ulang dan dijatuhi sanksi tidak ditugaskan dalam kompetisi maupun pertandingan lain di bawah naungan PSSI selama satu tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b
Slipknot resmi mengumumkan perpisahan dengan Sid Wilson setelah hampir tiga dekade bersama. Alasan keluarnya sang DJ masih menjadi misteri.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.