PSIM Jogja Dapat Evaluasi Penting dari Duel Kontra Bhayangkara
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Aljazair vs Austria/Instagram: Fifaworldcup
Harianjogja.com, JOGJA— Laga penentuan Grup J Piala Dunia 2026 antara Aljazair dan Austria di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (28/6/2026) pagi WIB, berakhir dengan drama enam gol yang menggetarkan. Hasil imbang 3-3 memastikan kedua tim sama-sama melaju ke babak 32 besar—Aljazair sebagai runner-up grup dan Austria sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik. Namun, hasil tersebut menjadi kabar buruk bagi Iran yang harus tersingkir dari turnamen.
Sejak awal pertandingan, duel berlangsung ketat dan penuh intensitas. Austria membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-28 lewat Marko Arnautovic yang memanfaatkan umpan panjang David Alaba. Namun, Aljazair berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama melalui Rafik Belghali, membuat skor imbang 1-1 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Austria kembali unggul lewat Marcel Sabitzer pada menit ke-55. Keunggulan itu hanya bertahan lima menit setelah Riyad Mahrez menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-60 lewat kerja sama dengan Houssem Aouar. Laga sempat berjalan lebih hati-hati hingga memasuki menit-menit akhir.
Drama berlanjut di masa injury time ketika Mahrez kembali mencetak gol untuk membawa Aljazair unggul 3-2 setelah lepas dari jebakan offside. Namun, Austria belum menyerah. Sasa Kalajdzic menjadi pahlawan penyelamat dengan sundulan di detik-detik akhir yang mengubah skor menjadi 3-3 dan menutup pertandingan penuh drama tersebut.
Hasil imbang ini menjadi keuntungan bagi Aljazair dan Austria yang sama-sama memastikan tiket ke fase gugur. Aljazair lolos sebagai runner-up Grup J dengan empat poin, sementara Austria mengamankan posisi peringkat ketiga terbaik dengan koleksi poin yang sama.
Sebaliknya, Iran harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari Piala Dunia 2026. Sebelum laga ini, Iran masih berharap salah satu tim meraih kemenangan agar peluang mereka di klasemen peringkat ketiga terbaik tetap terbuka. Namun hasil imbang membuat posisi Iran tidak cukup untuk bersaing, meski memiliki selisih gol yang lebih baik dari Austria.
Lihat postingan ini di Instagram
Di luar lapangan, kapten Iran Mehdi Taremi melontarkan kritik keras kepada FIFA dan presidennya, Gianni Infantino. Ia menyebut situasi yang dialami timnya sebagai “bencana” akibat berbagai kendala, mulai dari masalah visa hingga hambatan logistik selama turnamen.
“Ini Piala Dunia yang bencana, bencana,” kata Taremi, dikutip dari Anadolu, Minggu (28/6). Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena janji perbaikan dari FIFA tidak kunjung terealisasi.
Taremi menuturkan, sejumlah staf pendukung tidak bisa bergabung karena kendala visa, sehingga tim Iran tidak mendapatkan dukungan penuh selama turnamen. Selain itu, ia menyoroti beban perjalanan yang berat setelah perubahan lokasi markas tim dari Tucson ke Tijuana akibat situasi geopolitik.
“Tanpa pemulihan, tanpa apa pun, ini tidak adil,” ujarnya. Meski demikian, Taremi menegaskan kritiknya bukan ditujukan kepada masyarakat Meksiko yang menerima tim Iran dengan baik selama berada di Tijuana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har
Helicopter parenting atau pola asuh terlalu protektif bisa hambat perkembangan anak. Dari sulit ambil keputusan hingga risiko depresi, ini dampaknya. Simak penj
Perempuan usia 40-an lebih rentan mengalami depresi akibat perubahan hormon, keluarga, pekerjaan, hingga hubungan pernikahan. Ini 8 pemicunya.
Badan Geologi mengidentifikasi potensi likuefaksi, gerakan tanah, dan tsunami pascagempa magnitudo 7,7 di NTT.