Advertisement

Korea Masters 2022: Fikri/ Bagas Melaju ke Perempat Final

Jumali
Kamis, 14 April 2022 - 18:37 WIB
Jumali
Korea Masters 2022: Fikri/ Bagas Melaju ke Perempat Final Muhammad Shohibul Fikri - Bagas Maulana / Instagram : Badminton.ina

Advertisement

Harianjogja.com, GWANGJU — Wakil Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana lolos ke perempat final Korea Masters 2022, di Gwangju Womens University Stadium, Kamis (14/4/2022). Ganda putra Indonesia tersebut lolos ke perempat final usai mengalahkan wakil China, Ren Xiang Yu/Tan Qiang, 17-21, 26-24, dan 22-20.

Fikri/Bagas saat ini menjadi harapan terakhir Indonesia di Korea Masters 2022. Sebab, empat wakil Indonesia lainnya telah tumbang lebih dulu. Sebelumnya, dua pasangan ganda putra Indonesia langsung tersisih di babak 32 besar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Dalam laga yang digelar di Gwangju Yeonju Stadium, Rabu (13/4), Pramudya/Yeremia dikandaskan wakil Malaysia, Tan Kian Meng/Tan Wee Kiong dengan skor dramatis tiga gim 11-21, 21-16, 20-22. Sementara Leo/Daniel dihentikan pasangan China, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi dengan tak kalah dramatis, 21-13, 19-21, 20-22.

Aryono Miranat, pelatih yang mendampingi di Korea mengatakan jika Leo/Daniel bermain kurang tenang dan kurang kontrol pada saat poin-poin akhir.

“Pengembalian bola selalu ingin keras baik smash atau drivenya, jadi malah terserang balik,” ucap Aryono,” dikutip dari laman PBSI.

“Bagi Pramudya/Yeremia kurang lebih sama. Di poin-poin akhir pengembalian bolanya kurang bagus akurasinya, jadi lawan lebih mudah mematikan,” sambungnya.

Lebih lanjut Aryono mengatakan bahwa penyebab kekalahan dua pasangan anak asuhnya hampir sama. Yaitu kurang bisa memanfaatkan kesempatan.

“Dua-duanya hampir sama, pada saat ada kesempatan untuk mendapat poin malah kurang kontrol, kurang tenang. Jadi malah akurasi pengembaliannya tidak bagus. Posisi kita jadi kurang baik, jadi waktu diserang balik mudah dimatikan,” ujar Aryono.

Aryono juga memastikan bahwa kekalahan ini bukan karena jenuh yang melanda tapi murni karena banyak kesalahan sendiri.

“Tidak bisa dikatakan jenuh, justru ini bagus buat mereka bermain dengan lawan yang bervariasi jadi bisa menambah jam terbang,” terang Aryono.

“Permainan sudah cukup baik, hanya saja harus dibenahi ketenangannya, kontrolnya, unforced errornya. Di samping ada beberapa kekurangan dari segi teknik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Buka Suara soal Niat Kaesang Terjun ke Politik: Saya Tidak Memengaruhi

News
| Senin, 30 Januari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

4 Rekomendasi Bakso di Jogja, Cocok Buat Makan Siang

Wisata
| Senin, 30 Januari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement